Pria di Palembang, Sumatera Selatan, bernama Dai Rizky Hidayat (24) yang nekat menerobos Mapolda Sumsel sambil membawa bendera diduga bertuliskan kalimat tauhid sudah diamankan polisi. Saat ini petugas masih mendalami kejiwaan dan motif dari aksi pria tersebut.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel.
Kata dia, pihaknya juga masih mendalami maksud dan tujuan pria tersebut masuk area Mapolda Sumsel sambil membawa bendera yang diduga bertuliskan kalimat tauhid.
"Ya personel jaga Markas Mapolda Sumsel berhasil mengamankan seorang pria berinisial DRH, karena memasuki area steril tanpa izin. Saat ini sedang dilakukan pendalaman oleh tim Ditreskrimum Polda Sumsel, terhadap pria tersebut beserta barang bawaannya," katanya, Selasa (7/7/2026).
Saat ditanya apakah ada indikasi ke arah terorisme, Nandang mengatakan saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan mengambil keterangan dari pria tersebut. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pria tersebut.
"Kami tidak ingin berspekulasi semua kemungkinan sedang didalami oleh teman-teman penyidik. Mohon waktu saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terkait barang bukti yang diamankan. Kami sudah melibatkan tim dari Biddokes Polda sumsel, saat ini masih kita lakukan pendalaman, guna memastikan kondisi kejiwaan yang bersangkutan," ujarnya.
Adapun barang bukti yang diamankan yakni satu tongkat bambu dengan atribut bendera yang diduga bertuliskan kalimat tauhid, sebuah tas selempang yang berisi handphone, gunting, kertas yang bertuliskan nomor HP, pena dan botol yang berisi minuman berakohol jenis arak serta jubah putih.
Sebelumnya, polisi mengamankan seorang pria yang nekat masuk ke area Mapolda Sumsel sambil membentangkan bendera bertuliskan kalimat tauhid dan beberapa kali meneriakkan takbir pada Senin (6/7/2026) malam.
Melihat hal tersebut, petugas jaga Mako Polda Sumsel langsung mengamankan pria tersebut, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, dia datang ke Mapolda Sumsel dengan maksud meminjam helikopter, untuk membawa seseorang yang disebut sebagai musuhnya ke Ethiopia.
Pria juga mengaku sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir dan berjalan kaki dari rumah menuju Markas Polda Sumsel. Diketahui pria itu merupakan warga Kota Palembang.
Simak Video "Video Modus Perekrutan Anak ke Jaringan Terorisme: Lewat Game Online-Medsos"
(csb/csb)