Sebanyak 300 personel disiagakan untuk penanggulangan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.
Personel yang terlibat berasal dari berbagai instansi, yakni BPBD OKU sebanyak 100 orang, Polres OKU 30 orang, Kodim 0403/OKU 30 orang, Dodiklatpur Rindam II/Sriwijaya 10 orang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan 15 orang.
Kemudian Satpol PP 36 orang, Dinas Pertanian 15 orang, Dinas Lingkungan Hidup 14 orang, PU Perkim 8 orang, PUPR 5 orang, PLTU Bakti Nugraha Yudha 10 orang, Minanga Ogan satu regu, serta PT Semen Baturaja 24 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di halaman Kantor Pemkab OKU.
Kepala BPBD Kabupaten OKU Januar Effendi, mengatakan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau tahun ini.
"Kita bersinergi bersama mengantisipasi karhutla 300 personel kita siapkan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla," katanya kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Alva Elan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten OKU telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
"Kita telah melalaikan penetapan Keputusan Bupati OKU Nomor 300.32/376/KPTS/XLIV.1/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan," katanya.
Selain itu, Pemkab OKU juga mengacu pada Surat Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Nomor E.B/KL.01.00/032/KSSL/III/2026 terkait penyampaian prediksi musim kemarau tahun 2026.
Alva Elan mengajak seluruh instansi, lembaga, dan badan usaha untuk memperkuat sinergi dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menimbulkan bencana asap di wilayah Kabupaten OKU.
"Kita juga melalaikan pemeriksaan peralatan dan sarana pendukung yang disiagakan di posko penanggulangan karhutla yang berada di halaman Kantor Pemkab OKU. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan perlengkapan siap digunakan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau," tutupnya.
