Gangguan asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) kini bukan lagi keluhan orang tua saja. Di tengah gaya hidup serba cepat dan pola makan yang sering tidak teratur, kalangan usia muda kini menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terserang penyakit ini.
Jika dibiarkan tanpa penanganan tepat, asam lambung kronis bisa memicu luka pada kerongkongan hingga komplikasi serius lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali pemicunya sejak dini serta memahami langkah pencegahannya secara medis.
Penyebab Asam Lambung Naik
Secara medis, asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) terjadi akibat melemahnya otot finder atau katup bawah esofagus. Berdasarkan penjelasan dari laman RS Pondok Indah, ketika katup tersebut longgar, cairan asam dari lambung dengan mudah naik dan memicu sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, hingga mulut terasa pahit.
Ada beberapa kebiasaan utama yang menjadi pemicu kondisi ini, di antaranya:
1. Pola Makan yang Buruk
Kebiasaan makan terlalu terburu-buru, porsi yang berlebihan, serta melewatkan jam makan. Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas, asam, gorengan (berlemak tinggi), coklat, dan kafein/soda yang dapat melemahkan katup lambung.
2. Gaya Hidup Tidak Sehat
Misalnya kebiasaan langsung berbaring atau tidur setelah makan, kurang tidur (begadang), merokok, serta konsumsi alkohol. Tingkat stres atau kecemasan yang tinggi, serta kondisi obesitas (kelebihan berat badan) yang meningkatkan tekanan pada area perut.
Simak Video "Video: Kenapa Stres Bisa Picu GERD?"
(mep/mep)