Pemerintah Gelar Sidang Isbat Idul Adha 2026 Hari Ini!

Sumatera Selatan

Pemerintah Gelar Sidang Isbat Idul Adha 2026 Hari Ini!

Hanif Hawari - detikSumbagsel
Minggu, 17 Mei 2026 13:30 WIB
Ilustrasi pemantauan hilal
Ilustrasi pemantauan hilal (Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Palembang -

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Sidang tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta Pusat, hari ini pada Minggu (17/5/2026).

Selain menetapkan awal bulan Zulhijah, sidang ini juga untuk menentukan Hari Raya Idul Adha 2026 jatuh pada tanggal berapa.

Jadwal Sidang Isbat Idul Adha 2026

Dalam informasi resmi Kemenag RI, Sidang Isbat akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Jl. MH Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, mulai pukul 16.00 WIB. Sejumlah tokoh penting dan pejabat Kemenag dijadwalkan hadir untuk memimpin jalannya sidang, di antaranya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama RI)

- Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi'i, S.H., M.Hum. (Wakil Menteri Agama RI)

ADVERTISEMENT

- Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag. (Direktur Jenderal Bimas Islam)

- Dr. H. Arsad Hidayat, Lc., M.A. (Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah)

Dilansir detikhikmah, mengacu pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin langsung jalannya sidang yang digelar secara musyawarah-mufakat bersama perwakilan ormas-ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta jajaran Komisi VIII DPR RI.

Hasil sidang Hari Raya Idul Adha 2026 di Indonesia pun dipastikan jatuh pada tanggal yang telah ditentukan bersama berdasarkan hasil musyawarah tersebut.

Keputusan krusial ini diambil setelah Kemenag menerima laporan komprehensif dari dua metode penentuan kalender Hijriah, yakni metode hisab (perhitungan astronomis) dan metode rukyat (pemantauan langsung lapangan).

Sebelum sidang tertutup dimulai, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat bersama tim Falakiyah Kemenag terlebih dahulu memaparkan posisi hilal secara astronomis dari seluruh wilayah Indonesia.

Posisi hilal harus memenuhi kriteria baru yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria tersebut mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Adapun susunan jalannya acara Sidang Isbat dibagi menjadi beberapa tahapan berikut:

- Seminar Posisi Hilal (Disiarkan secara langsung/live)
- Penyampaian Laporan Hasil Rukyat dari berbagai daerah
- Sidang Isbat Utama (Berlangsung secara tertutup)
- Konferensi Pers Pengumuman Hasil (Disiarkan secara langsung/live)




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads