Wilayah Rawan Karhutla Sumsel Ditarget Tetapkan Status Siaga Mei

Sumatera Selatan

Wilayah Rawan Karhutla Sumsel Ditarget Tetapkan Status Siaga Mei

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 10 Mei 2026 20:31 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana (Foto: A Reiza Pahlevi)
Palembang -

Pemerintah meminta seluruh daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera menaikkan status kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi karhutla yang diprediksi meningkat pada puncak kemarau Agustus mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan M Iqbal Alisyahbana mengatakan pemerintah telah mengeluarkan arahan agar daerah-daerah rawan segera menetapkan status siaga karhutla.

"Ada arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup agar daerah-daerah yang rawan karhutla segera menetapkan status siaga. Di Sumsel masih ada 8 daerah rawan lagi yang belum menetapkan status siaga," ujar Iqbal, Sabtu (9/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke-8 daerah rawan itu yakni Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Komering Ulu Selatan.

Menurutnya, pemerintah menargetkan seluruh daerah rawan karhutla telah menetapkan status siaga paling lambat pada Mei ini. Penetapan tersebut penting agar seluruh perangkat penanggulangan bencana dapat bergerak lebih awal, mulai dari patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, hingga kesiapan personel dan peralatan pemadaman.

ADVERTISEMENT

"Agar mempermudah koordinasi dan penanggulangan bencana karhutla di wilayah masing-masing. Kita harapkan Mei ini sudah semua menetapkan status siaga karhutla," jelasnya.

Iqbal menjelaskan, perhatian serius pemerintah terhadap ancaman karhutla tahun ini tak lepas dari arahan Menko Polkam Djamari Chaniago yang menyebut Presiden Prabowo turut memberikan atensi khusus terhadap bencana tersebut.

"Sumsel juga telah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui OMC yang dimulai sejak 5 Mei kemarin selama 10 hari. OMC akan melihat potensi awan hujan yang ada di Sumsel," katanya.

Sementara untuk dukungan penanganan karhutla melalui helikopter, Iqbal menyebut Sumsel akan mendapat bantuan 4 unit. Helikopter itu akan bertahap datang ke Sumsel.

"Dukungan satgas udara di awal akan ada bantuan dari BNPB 4 unit helikopter water bombing dan 1 helikopter patroli. Jumlah unit helikopter ini akan menyesuaikan dengan kondisi karhutla Sumsel," ungkapnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads