Banjir di Muratara Setinggi Kepala, Warga Selamatkan Ternak ke Desa Tetangga

Sumatera Selatan

Banjir di Muratara Setinggi Kepala, Warga Selamatkan Ternak ke Desa Tetangga

Muhammad Rizky Pratama - detikSumbagsel
Sabtu, 09 Mei 2026 19:30 WIB
Warga mengevakuasi ternak kambing mereka akibat banjir di Muratara
Warga mengevakuasi ternak kambing mereka akibat banjir di Muratara (Fot Istimewa)
Muratara -

Sebanyak 424 warga Desa Embacang Lama, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mengungsi ke desa sebelah karena banjir yang sempat setinggi kepala orang dewasa. Akibatnya, warga terpaksa mengevakuasi puluhan ternak kambing mereka.

Banjir parah tersebut terjadi di Desa Embacang Lama, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.

Camat Karang Jaya Rusli mengatakan banjir tersebut sempat setinggi kepala orang dewasa pada Jumat (8/5/2026) sehingga pihaknya langsung mengevakuasi para warga ke Desa Embacang Baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau banjir saat ini di Kecamatan Karang Jaya tidak terlalu parah lagi. Yang paling parah kemarin (Jumat) di Desa Embacang Lama, kemarin air sempat setinggi kepala orang dewasa," katanya, Sabtu (9/5/2026).

Kata Rusli, seluruh rumah warga di Desa Embacang Lama sempat terendam banjir. Karena kondisi air sangat tinggi, warga dievakuasi ke Desa Embacang Baru yang lokasinya lebih tinggi dan dijadikan posko pengungsian.

ADVERTISEMENT

"Kemarin karena sudah setinggi kepala jadi warga mengungsi ke Desa Embacang Baru. Kami evakuasi semua warga ke sana karena ada posko di Desa Embacang Baru," ujarnya.

Meskipun Desa Embacang Baru lebih tinggi, Rusli membeberkan desa tersebut juga sempat terdampak banjir, namun genangan air di wilayah tersebut tidak terlalu tinggi.

"Warga terdampak banjir di Desa Embacang Lama ada 424 orang. Tidak ada korban jiwa ataupun warga sakit karena di posko sudah disiapkan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan," ungkapnya.

Selain merendam permukiman, banjir juga membuat warga harus menyelamatkan hewan ternak mereka. Ia menyebutkan kambing menjadi ternak yang paling banyak berhasil dievakuasi ke Desa Embacang Baru.

Ia memperkirakan ada sekitar 50 ekor kambing yang berhasil dievakuasi, namun ada juga sebagian ternak kambing yang tidak sempat dipindahkan.

"Kalau ternak kemarin dipindahkan semua ke Desa Embacang Baru. Yang sempat diselamatkan itu kambing, sementara ayam dan bebek banyak yang ditinggal karena tidak sempat lagi diselamatkan. Kalau sapi memang tidak ada, sementara kerbau itu dilepas ke hutan," jelasnya.

Namun untungnya, Rusli mengatakan banjir di Desa Embacang Lama saat ini sudah mulai surut dan ada beberapa warga yang sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

"Sebagian warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah masing-masing. Kondisi banjir saat ini sudah tidak separah sehari sebelumnya. Ketinggian air yang sempat melebihi kepala orang dewasa kini turun hingga setinggi lutut orang dewasa," ungkapnya.

"Sekarang ternak kambing itu masih banyak di Desa Embacang Baru, tapi sebagian warga sudah mulai membawa kambing mereka kembali ke Desa Embacang Lama," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads