Lapas Perempuan Palembang Razia Kamar Warga Binaan

Sumatera Selatan

Lapas Perempuan Palembang Razia Kamar Warga Binaan

Irawan - detikSumbagsel
Jumat, 08 Mei 2026 21:20 WIB
Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dan TNI melakukan pemeriksaan di kamar WB
Foto: Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang dan TNI melakukan pemeriksaan di kamar WB (Irawan)
Palembang -

Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang menggelar razia gabungan bersama petugas dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, TNI dan Polri. Razia dilakukan terhadap 526 warga binaan sebagai langkah menciptakan lapas yang bersih dari handphone ilegal, narkoba dan benda berbahaya lainnya.

Kegiatan razia berlangsung pada Jumat (8/5) dengan pemeriksaan menyeluruh di setiap kamar hunian warga binaan. Petugas memeriksa seluruh barang milik penghuni lapas satu per satu untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang disimpan di dalam kamar.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang Desi Andriyani mengatakan razia gabungan tersebut merupakan bentuk komitmen lapas dalam menjaga keamanan dan mencegah peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Razia ini kami lakukan bersama BNN, TNI dan Polri sebagai upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Seluruh kamar warga binaan dan komitmen lapas bebas HP semuanya kami periksa, begitu juga barang-barang milik mereka diperiksa satu per satu," katanya kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Menurut Desi, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya narkoba maupun handphone ilegal di dalam lapas. Petugas hanya menyita sejumlah benda yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan penghuni lapas.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil razia tidak ditemukan barang-barang berbahaya ataupun narkoba. Hanya ada beberapa peniti dan pecahan kaca yang kami sita dari kamar warga binaan," ungkapnya.

Desi menegaskan kegiatan razia akan terus dilakukan secara rutin dan berkala agar kondisi lapas tetap aman dan kondusif.

"Ini menjadi komitmen kami untuk menjaga Lapas Perempuan Palembang tetap bersih dari narkoba, handphone ilegal dan barang-barang yang dapat mengganggu keamanan," tegasnya.

Usai razia dan penggeledahan selesai dilakukan, tim dari BNNP Sumatera Selatan bersama petugas lapas langsung melakukan tes urine terhadap seluruh warga binaan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak adanya penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.

Penyuluh Ahli Madya Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, Yeni Yulita mengatakan hasil tes urine terhadap seluruh warga binaan menunjukkan hasil negatif.

"Hasil tes urine semuanya negatif, tidak ada warga binaan yang positif menggunakan narkoba," kata Yeni.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting dilakukan secara rutin sebagai langkah pencegahan sekaligus pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas.

"Kegiatan seperti ini minimal dilakukan satu bulan sekali agar pengawasan tetap berjalan dan kita bisa memastikan lingkungan lapas benar-benar bersih dari narkoba," jelasnya.

Selain melakukan tes urine, pihak BNNP Sumsel juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga binaan mengenai bahaya narkoba serta cara melepaskan diri dari ketergantungan narkotika.

Dalam sosialisasi tersebut, warga binaan diberikan pemahaman mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan, kehidupan sosial hingga masa depan mereka setelah bebas nanti.

"Kami juga memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan bagaimana cara melepaskan diri dari candu narkoba. Harapannya para warga binaan bisa berubah dan tidak lagi kembali terjerumus," tutup Yeni.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads