Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasarakatan (Ditjenpas) Jambi menegaskan akan mencopot dan memecat pegawai yang berani main-main memasukkan handphone dan narkoba ke dalam lapas. Hal itu disampaikan saat ikrar petugas permasyarakatan dan razia serentak, Jumat (8/5/20226).
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, mengatakan razia zero halinar atau pemberantasan handphone, pungutan liar, dan narkoba di dalam lapas, dilaksanakan serentak di jajaran lapas dan rutan di Jambi. Razia diawali dengan ikrar petugas, kemudian dilanjutkan dengan razia dan tes urine narapidana.
"Jadi bagaimana arahan dan perintah dari Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasarakatan, jika memang terbukti ada pegawai yang memang terlibat di dalam peredaran narkoba atau bahkan menggunakan terkait dengan narkoba itu sendiri sudah tidak ada toleransi dan itu pasti dipecat, dicopot," kata Irwan, usai ikrar dan razia yang digelar di Lapas Kelas IIA Jambi bersama pihak kepolisian dan TNI, Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irwan menegaskan kepada petugas permasyarakatan bahwa ikrar yang telah dilakukan bukan hanya seremonial, akan tetapi harus diimplementasikan dalam bertugas. Dia terus mengingatkan petugas untuk menjalankan komitmen ini. Hal ini untuk mewujudkan lapas yang bersih dari narkoba, pungutan liar, dan handphone.
"Hal ini kami terus ingatkan kepada jajaran untuk menjaga sehingga mereka tidak terlibat dalam peredaran narkoba maupun mencoba untuk bisa merusak dengan memasukkan handphone ke dalam lapas itu sendiri," tegasnya.
Razia dilaksanakan dengan menggeledah blok A1 atau rehabilitasi Lapas Kelas IIA Jambi, mulai dari lemari di dalam blok, pakaian, hingga kasur. Dalam razia itu, tidak ditemukan adanya barang terlarang yang menjadi sasaran utama seperti hp dan narkoba. Namun, petugas turut menyita barang terlarang lain seperti korek api, gunting kuku, hingga kipas angin.
"Ini merupakan salah satu bentuk wujud komitmen kami yang tidak selesai hanya hari ini. Tapi dalam satu minggu dua kali jajaran kami melakukan razia insidentil yang dilakukan oleh masing-masing lapas. Hal ini menjadi salah satu upaya bagaimana kita memberantas, mencegah adanya handphone yang ilegal dan narkoba masuk ke dalam lapas, bahkan sampai memberantas terkait dengan adanya scamming atau penipuan," kata Irwan.
"Alhamdulillah hari ini barang bukti seperti handphone narkoba tidak ada. Ada beberapa yang diamankan seperti korek api, kemudian ada colokan," sambungnya.
Petugas juga melakukan cek urine kepada narapidana yang dipilih secara acak. Hasilnya, tidak ditemukan narapidana yang positif narkoba.
"Tes urine tadi sudah dilaksanakan kepada warga binaan dan alhamdulillah semuanya negatif. Semuanya negatif dan hal ini juga merupakan bukti bahwa berkat upaya kita bersama, ini akan terus kita jaga.
Irwan menambahkan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum lain, untuk menciptakan lingkungan lapas yang aman dan tertib.
"Tentunya kegiatan ini dan keberhasilan ini tidak lepas daripada dukungan mitra kami TNI dan Polri. Terima kasih TNI-Polri yang selalu mendampingi kami bersinergi, berkolaborasi untuk melakukan dan menciptakan kondisi lapas yang aman dan tertib," pungkasnya.
(dai/dai)











































