Polda Sumatera Selatan membuka Posko Call Center Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu keluarga korban kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan. Layanan ini disediakan agar mempermudah masyarakat memperoleh informasi terkait proses identifikasi korban.
"Polda Sumsel menyediakan nomor hotline 0821-7803-8910 yang dapat dihubungi masyarakat sewaktu-waktu untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai identifikasi korban," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya.
Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Insiden melibatkan bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dan mobil tangki R6 BG-8196-QB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan penyelidikan awal, kecelakaan diduga terjadi saat bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi mencoba menghindari lubang jalan. Namun bus diduga kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan dan menabrak truk tangki dari arah berlawanan.
Benturan keras memicu kebakaran besar yang menyebabkan banyak penumpang terjebak di dalam kendaraan. Hingga kini tercatat sebanyak 20 korban, terdiri dari 16 meninggal dunia, tiga luka berat, dan satu luka ringan.
Diketahui, sebanyak 16 kantong jenazah korban kecelakaan telah tiba di RS Bhayangkara Palembang pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 05.10 WIB.
"Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Posko DVI Instalasi Forensik untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Biddokkes Polda Sumsel bersama Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri," kata dia.
Tim forensik mulai bekerja sejak pukul 07.30 WIB dengan melakukan pemeriksaan sidik jari, data medis, properti pribadi korban, hingga pencocokan data ante mortem dan post mortem.
Nandang menuturkan proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh lantaran sebagian besar korban mengalami luka bakar berat akibat kebakaran hebat usai kecelakaan.
Menurut Nandang, posko tersebut dibuka sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan bagi keluarga korban yang masih mencari kepastian mengenai anggota keluarganya.
"Kami membuka layanan Call Center Posko DVI agar keluarga korban bisa mendapatkan informasi resmi dan valid terkait proses identifikasi keluarga mereka, katanya dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis.
Polda Sumsel memastikan proses identifikasi dilakukan secara profesional dan transparan. Selain itu, pihak kepolisian juga terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses berlangsung.
"Kami memastikan proses penegakan hukum dan identifikasi korban dilakukan secara profesional dan transparansi," ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
(dai/dai)
