Memilih hewan kurban tidak hanya soal memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga mencerminkan kualitas keimanan dan kepedulian terhadap sesama. Hewan yang dipilih harus layak secara syariat Islam serta sehat secara medis, karena dagingnya akan dikonsumsi banyak orang.
Oleh sebab itu, penting untuk memahami setiap aspek secara lebih mendalam agar ibadah kurban menjadi sah, berkualitas, dan penuh keberkahan.
Berikut detikSumbagsel telah siapkan apa saja syarat dan cara memilih hewan kurban yang baik dan memenuhi syarat secara islam hingga medis.
Syarat Hewan Kurban Menurut Islam
Dilansir dari NU Online hewan kurban memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi berikut syarat hewan kurban menurut islam
1. Jenis Hewan yang Diperbolehkan
Dalam Islam, hanya hewan ternak tertentu yang sah dijadikan kurban, yaitu sapi, unta, kambing, domba, dan kerbau. Hewan-hewan ini disebut sebagai bahimatul an'am (hewan ternak) yang memang telah ditetapkan dalam syariat.
Pemilihan jenis hewan ini bukan tanpa alasan. Selain karena mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS, hewan ternak juga memiliki nilai manfaat yang besar bagi masyarakat, baik dari sisi daging, kulit, maupun distribusinya yang mudah.
2. Usia Hewan Kurban
Usia menjadi indikator penting karena berkaitan dengan kualitas daging dan kesempurnaan fisik hewan.
· Kambing atau domba: minimal 1 tahun
· Sapi, unta, atau kerbau: minimal 2 tahun
لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً
La tadzbahu illa musinnah
Artinya: "Janganlah kalian menyembelih kecuali hewan yang cukup umur." (HR. Muslim)
Hewan yang cukup umur umumnya sudah memiliki pertumbuhan tubuh yang optimal, sehingga dagingnya lebih baik dari segi tekstur dan kandungan gizi. Selain itu, usia yang matang menunjukkan bahwa hewan tersebut telah melalui fase pertumbuhan sempurna.
3. Tidak Memiliki Cacat
Islam sangat menekankan kualitas hewan kurban. Hewan yang cacat tidak diperbolehkan karena dianggap tidak layak dipersembahkan.
أَرْبَعٌ لَا تُجْزِئُ فِي الْأَضَاحِي
Arba'un la tujzi'u fil ardhi
Arti:"Ada empat cacat yang tidak sah untuk kurban..." (HR. Abu Dawud)
Larangan ini menunjukkan bahwa ibadah kurban bukan sekadar formalitas, tetapi harus dilakukan dengan memberikan yang terbaik. Hewan yang sehat dan sempurna melambangkan keikhlasan dan kesungguhan dalam beribadah.
Cara Memilih Hewan Kurban Secara Medis
Selain secara islam, melansir dari Baznas ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan secara medis berikut cara memilih hewan kurban.
1. Perilaku dan Aktivitas Hewan
Hewan yang sehat akan menunjukkan perilaku aktif, seperti bergerak lincah, merespons suara, dan memiliki nafsu makan yang baik. Perilaku adalah indikator awal yang paling mudah diamati, hewan yang sering diam, menyendiri, atau tidak mau makan bisa jadi sedang mengalami gangguan kesehatan.
2. Mata, Hidung, dan Mulut
Bagian wajah hewan mencerminkan kondisi kesehatannya, dengan mata jernih menandakan hewan tidak mengalami infeksi, hidung bersih menunjukkan sistem pernapasan normal, serta mulut tidak berbusa menandakan hewan tidak keracunan atau sakit.
3. Kondisi Kulit dan Bulu
Kulit dan bulu menjadi indikator nutrisi dan kebersihan, bulu yang mengkilap menandakan hewan mendapatkan asupan nutrisi yang baik. Sebaliknya, bulu kusam bisa menjadi tanda kekurangan gizi atau penyakit kulit.
4. Bentuk Tubuh dan Berat Badan
Hewan kurban ideal memiliki tubuh yang proporsional, dengan tubuh yang terlalu kurus menunjukkan hewan tidak dirawat dengan baik, sementara tubuh yang terlalu gemuk juga bisa menandakan pola makan tidak seimbang. Pilih yang sehat dan proporsional.
5. Kotoran dan Pencernaan
Kondisi kotoran sangat penting untuk mengetahui kesehatan internal, jika kotoran yang normal menunjukkan sistem pencernaan yang baik. Jika hewan mengalami diare, kemungkinan ada infeksi atau gangguan pencernaan.
6. Kaki dan Gerakan
Kaki yang kuat menunjukkan hewan sehat secara fisik. Hewan yang pincang tidak hanya tidak sah secara syariat (jika parah), tetapi juga menandakan adanya masalah pada otot atau tulang.
7. Lingkungan Kandang
Kandang yang bersih mencerminkan kualitas perawatan, selain itu lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber penyakit. Pilih hewan dari peternakan yang menjaga kebersihan dan kesehatan hewan secara rutin.
Ciri Hewan yang Harus Dihindari
Hindari hewan yang sedang terlihat mengalami beberapa hal berikut
· Terlihat lemah atau lesu
· Nafsu makan menurun
· Mengalami luka atau infeksi
· Mengeluarkan cairan tidak normal
· Kurus ekstrim
Memilih hewan seperti ini sangat berisiko dari sisi kesehatan dan ditakutkan akan berdampak pada manusia atau tertular penyakitnya. Selain itu, juga bisa membuat ibadah kurban menjadi tidak sah.
Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Dengan memilih hewan terbaik, kita juga berbagi kualitas terbaik kepada sesama.
Memilih hewan kurban harus dilakukan dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Tidak cukup hanya memenuhi syarat agama, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan hewan secara medis.
Demikian rangkuman yang telah detikSumbagsel kumpulkan, dengan memperhatikan semua aspek ini, semoga ibadah kurban akan menjadi lebih sempurna, berkah, dan memberikan manfaat besar bagi banyak orang.
Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video: Ga Usah Rebutan! Stok Hewan Kurban 2026 Surplus 891 Ribu Ekor"
(dai/dai)