Hujan Deras di OKU Akibatkan 41 Rumah Kebanjiran

Sumatera Selatan

Hujan Deras di OKU Akibatkan 41 Rumah Kebanjiran

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 29 Apr 2026 20:40 WIB
Banjir genangan terjadi di wilayah OKU.
Banjir genangan terjadi di wilayah OKU. (Foto: Istimewa)
OKU -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mengakibatkan 41 rumah yang dihuni 164 jiwa (41 KK) terdampak banjir. Ketinggian banjir berkisar 15-60 cm. Drainase yang buruk juga membuat aliran air terhambat dan mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam.

Kepala BPBD OKU Januar Effendi mengatakan banjir akibat hujan deras itu terjadi di Kelurahan Sekar Jaya, Desa Tanjung Kemala, dan Air Paoh, Selasa (28/4/2026). Ketiga daerah itu berada di wilayah Kecamatan Baturaja Timur

"Hujan ekstrem yang terjadi pada Selasa tanggal 28 April 2026 pukul 18.00 WIB, dalam durasi yang cukup lama di wilayah OKU, sehingga terdapat beberapa permukiman warga terdampak genangan banjir akibat buruknya aliran drainase yang menghambat aliran air," ujarnya, Rabu (29/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak hujan ekstrem itu, sesuai dengan yang disampaikan BMKG. Antisipasi pun telah dilakukan dengan peningkatan kewaspadaan. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti TNI, Polri, aparatur kecamatan/desa/kelurahan dan warga yang terdampak banjir.

"Tim juga telah menurunkan personel dan peralatan ke lokasi banjir untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan melakukan pendataan. Namun, untuk kondisi saat ini banjir yang menggenangi rumah warga sudah surut dan jalan yang tergenang sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Pihaknya masih mewaspadai potensi bencana yang terjadi di wilayah tersebut. Pemantauan terhadap tinggi muka air (TMA) Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap juga terus dilalukan.

Kepala Pusdalops BPBD OKU Gunalfi menambahkan hasil koordinasi dengan BMKG Sumsel menyebut jika potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di wilayah OKU, khususnya hingga tiga hari ke depan.

Berdasarkan analisis BMKG yang disampaikannya, angin 3.000 feet, arah angin dominan bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 9-12 knot. Terdapat Adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Sumsel, sehingga terjadi penumpukan massa udara dan pertumbuhan awan hujan yang signifikan.

Selain itu, MJO spasial aktif pada periode 29 April-1 Mei 2026. Kondisi dinamika atmosfer tersebut mengindikasikan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan yang cukup signifikan di wilayah Sumsel.

"Menyikapi hasil analisa cuaca dari BMKG, terutama di OKU masih akan berpotensi mengalami peningkatan curah hujan hingga 3 hari kedepan. Maka dengan ini kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap ancaman atau potensi bencana hidroMeteorologi tipe basah," ungkapnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads