Sumsel Simpan 23.000 Sumur Minyak Rakyat, Ini Kata Herman Deru

Sumatera Selatan

Sumsel Simpan 23.000 Sumur Minyak Rakyat, Ini Kata Herman Deru

Ani Safitri - detikSumbagsel
Selasa, 28 Apr 2026 13:00 WIB
Pertamina makin rajin ngebor sumur setelah alih kelola Blok Rokan dilakukan sejak 1 tahun yang lalu. Target besar meningkatkan produksi migas di Blok Rokan ada di depan mata.
Foto: Ilustrasi sumur migas (Herdi Alif Al Hikam)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengungkapkan mengenai potensi kekayaan energi yang tertanam di wilayahnya. Tercatat, terdapat lebih dari 23.000 sumur minyak rakyat yang tersebar di Sumatera Selatan dan selama ini belum tergarap secara legal maupun maksimal untuk kepentingan negara.

Herman Deru menyebut puluhan ribu sumur tersebut bisa menjadi kunci kedaulatan energi nasional. Jika dikelola dengan regulasi yang tepat, ribuan sumur ini mampu menyumbangkan produksi minyak mentah dalam jumlah yang sangat signifikan setiap harinya untuk menutupi kebutuhan energi di Indonesia.

"Data yang kita miliki menunjukkan ada 23.000 lebih sumur rakyat di Sumatera Selatan, di mana setiap sumur yang potensinya baik itu bisa menghasilkan rata-rata 2 barel per hari," ungkap Herman Deru, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila dikalkulasikan, potensi produksi dari sumur-sumur rakyat di Sumsel ini mampu mencapai puluhan ribu barel minyak per hari. Angka ini dipandang sebagai solusi konkret di tengah kondisi nasional yang saat ini masih mengalami defisit produksi minyak mentah hingga 1 juta barel per hari.

"Coba bayangkan dan tinggal kalikan sendiri saja total produksinya kalau semuanya terkelola, saya tidak bawa kalkulator sekarang, tapi intinya ini adalah potensi besar yang harus kita kejar produktivitasnya," tegas Deru.

ADVERTISEMENT

Herman Deru menekankan bahwa legalitas melalui Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025 adalah instrumen penting untuk mengubah status aktivitas ini. Menurutnya, tanpa payung hukum yang jelas, potensi ekonomi tersebut hanya akan berjalan secara ilegal dan tidak memberikan kontribusi resmi bagi pendapatan negara maupun daerah.

"Esensi dari kebijakan ini adalah agar ada keuntungan bagi negara kita dan redistribusi kesejahteraan bagi warga setempat, supaya mereka tidak hanya menjadi penonton di tengah kekayaan alamnya," jelasnya.

Sebagai langkah percepatan, Pemprov Sumsel kini mendorong keterlibatan BUMD, UMKM, dan Koperasi untuk menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sumur-sumur tersebut. Deru berharap dengan adanya Satgas yang telah dibentuk, akselerasi pengoperasian sumur rakyat dapat segera dilakukan secara massal di tujuh kabupaten potensial agar segera dirasakan manfaatnya.

"Ayo kita cari solusi bersama agar proses ini bisa berjalan cepat, karena jika kita bisa bergerak cepat demi kedaulatan energi nasional, kenapa kita harus memilih berjalan lambat," pungkas Herman Deru.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads