Hukum Menitip Doa Kepada Jemaah Haji Lengkap Dalilnya

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Jumat, 24 Apr 2026 06:00 WIB
Ilustrasi doa saat Haji. (Foto: Denny Pratama/detikcom)
Palembang -

Menitipkan doa kepada orang yang sedang menunaikan ibadah haji merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh umat Islam, banyak orang meyakini bahwa doa yang dipanjatkan di Tanah Suci lebih mustajab mudah dikabulkan.

Namun, bagaimana sebenarnya hukum menitip doa kepada jemaah haji? Apakah diperbolehkan atau justru tidak dianjurkan?

Penjelasan Ulama tentang Menitipkan Doa

Para ulama sepakat bahwa meminta doa kepada orang lain, termasuk kepada orang saleh atau mereka yang sedang menjalankan ibadah seperti haji, diperbolehkan dalam Islam. Hal ini termasuk dalam bentuk saling mendoakan sesama Muslim, yang justru dianjurkan karena mengandung nilai ukhuwah (persaudaraan) dan kepedulian.

1. Meminta Doa kepada Orang Saleh Itu Diperbolehkan

Para ulama menjelaskan bahwa meminta doa kepada orang yang dianggap saleh atau sedang berada dalam kondisi ibadah seperti jamaah haji adalah sesuatu yang mubah (boleh).

Hal ini didasarkan pada praktik para sahabat yang saling meminta doa, dianjurkan untuk saling mendoakan dalam kebaikan, dan keutamaan doa seorang Muslim untuk saudaranya.

Orang yang sedang berhaji memiliki keutamaan karena sedang berada di tempat yang mulia dan lebih dekat dengan suasana ibadah dan kekhusyukan. Namun, perlu diingat bahwa keutamaan tersebut bukan berarti mereka memiliki kekuatan khusus, melainkan karena kondisi spiritual yang lebih baik saat itu.

2. Tidak Boleh Berlebihan atau Bergantung

Para ulama juga mengingatkan agar tidak berlebihan dalam hal ini. Meminta doa boleh, tetapi tidak boleh sampai menggantungkan seluruh harapan hanya pada doa orang lain, lebih percaya pada doa orang lain daripada doa sendiri, sehingga menganggap orang tertentu lebih "berkuasa" dalam mengabulkan doa.

Dalam Islam, sikap seperti ini dapat mengarah pada kesalahan dalam akidah, karena yang mengabulkan doa hanyalah Allah SWT, bukan manusia. menjadikan doa orang lain sebagai satu-satunya harapan bisa mengurangi nilai tawakal dan ketergantungan kepada Allah.

3. Lebih Utama Berdoa Sendiri

Para ulama menegaskan bahwa berdoa secara langsung kepada Allah adalah yang paling utama dan paling dianjurkan. Hal ini disebabkan setiap hamba memiliki hubungan langsung dengan Allah karena doa adalah bentuk ibadah yang sangat pribadi dan penuh keikhlasan bukan lewat prantara orang lain

Bahkan, doa yang dipanjatkan sendiri dengan penuh kerendahan hati, kesungguhan, dan keyakinan sering kali lebih kuat dan lebih bermakna. Menurut para ulama, meminta atau menitipkan doa kepada orang yang sedang berhaji diperbolehkan dan tidak dilarang, bahkan bisa menjadi bentuk kebaikan.



Simak Video "Video Hari Pertama, 8.500 Jemaah Haji Dipulangkan dari Madinah"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork