Setahun Lebih Berjalan, Program MBG Disebut Tingkatkan Kehadiran Siswa

Sumatera Selatan

Setahun Lebih Berjalan, Program MBG Disebut Tingkatkan Kehadiran Siswa

Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 20 Apr 2026 22:30 WIB
Salah satu dapur SPPG di Palembang.
Salah satu dapur SPPG di Palembang. (Foto: Istimewa)
Palembang -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberi dampak positif terhadap tingkat kehadiran siswa di sekolah. Sejak program diterapkan di sekolah, para guru dan pihak sekolah melaporkan adanya peningkatan signifikan kehadiran peserta didik.

"Manfaat nyata MBG bagi anak-anak yakni mereka rajin ke sekolah dan itu mulai terasa saat ini. Anak-anak yang menjadi penerima manfaat menunjukkan perubahan positif, mulai dari meningkatnya semangat belajar hingga kehadiran yang lebih rutin di sekolah," ujar Ketua Yayasan Vieki Indira Sriwijaya Tri Yulia Rizki Ananda, Senin (20/4/2026).

Tak hanya disambut siswa, para orang tua juga merespons positif kegiatan tersebut. Di sisi lain, dapur MBG juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, sekaligus ikut membantu mengentaskan persoalan pengangguran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat sekitar yang menganggur kini dapat bekerja di setiap SPPG. Program ini ikut membantu persoalan tersebut," katanya.

Dirinya pun berharap program ini tidak berhenti sebagai gerakan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi solusi berkelanjutan dalam memperbaiki kualitas generasi muda di Sumsel.

ADVERTISEMENT

"Harapan kami sederhana, program ini bisa terus berjalan dan memberi dampak nyata, agar anak-anak kita tumbuh sehat dan punya masa depan yang lebih baik," jelasnya.

Dia juga meminta SPPG tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga pada kualitas dan keamanan. Setiap relawan yang terlibat harus dipastikan memenuhi sertifikasi dan telah mendapatkan pelatihan khusus mulai dari penanganan makanan, higienitas, dan standar halal.

"Dengan bekal itu, dapur MBG tidak sekadar memasak, tetapi juga mampu menjaga standar kesehatan agar makanan yang disajikan tetap steril hingga sampai ke tangan penerima manfaat," tambahnya.

Menurutnya, program MBG yang resmi dimulai sejak 6 Januari 2025 juga diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Sumsel. Hal itu juga yang memotivasi pendirian yayasannya yang bermitra dengan BGN.

"Kami ingin meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menurunkan angka stunting di Sumsel. Cukup banyak tantangan di lapangan, dan yang paling sulit adalah bagaimana masyarakat bisa menerima dan mau bekerja sama dengan program ini," ujarnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa sekolah dasar di Palembang bernama Rodiah mengatakan sejak adanya program MBG, anaknya menjadi rajin untuk datang lebih awal ke sekolah karena selalu penasaran dengan menu MBG yang akan dibagikan.

"Anak saya ini sejak ada MBG, minta datang ke sekolah selalu cepat (datang lebih awal) karena penasaran dengan menu MBG yang dibagikan," ujarnya.

Kata dia, program MBG ini sangat bermanfaat baginya yang tidak sempat membuat sarapan bagi anaknya karena banyaknya rutinitas pekerjaan.

"Sangat bermanfaat sekali ya, apalagi bagi saya yang juga bekerja terkadang harus buru-buru untuk membuat sarapan anak. Menunya juga bergizi," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads