Kepala Regional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sumatera Selatan (Sumsel) Diana Putri memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal meski di tengah isu kelangkaan pasokan susu UHT. Masyarakat tidak perlu khawatir, sebab komponen susu bukan merupakan kewajiban mutlak dalam komposisi menu harian.
Diana menjelaskan bahwa fleksibilitas sumber protein menjadi solusi utama dalam mengantisipasi kendala logistik di lapangan. Terutama, bagi wilayah yang memang bukan merupakan daerah penghasil sapi perah.
"Susu untuk wilayah yang tidak ada ternak sapi perah itu tidak wajib. Protein bisa digantikan dengan protein hewani atau protein nabati," ujar Diana saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diana menekankan, meskipun sumber protein dialihkan, nilai gizi yang diterima anak-anak dipastikan tidak berkurang. Solusinya adalah dengan memperbesar gramasi atau porsi bahan baku pengganti tersebut.
Hal ini dilakukan agar persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Teknis (Juknis) BGN.
"Gramasinya diperbesar sehingga nilai gizi proteinnya tetap sesuai persen AKG. Di dalam Juknis BGN sudah ditentukan, yakni 20-25 persen untuk porsi kecil dan 30-35 persen untuk porsi besar," ujarnya.
Untuk memastikan akurasi di lapangan, Diana menyebut setiap SPPG telah memiliki Ahli Gizi yang bertugas khusus menyusun menu harian. Peran mereka adalah menghitung secara detail komposisi bahan baku agar sesuai dengan kebutuhan nutrisi di masing-masing wilayah.
"Setiap SPPG memiliki Ahli Gizi yang bertugas menyusun menu dan menghitung berapa gram bahan baku yang dibutuhkan dari setiap komposisi. Mereka memastikan menu yang didistribusikan sesuai dengan persen AKG yang sudah ditentukan pusat," tegas Diana.
Dengan adanya mekanisme ini, program MBG diharapkan tetap stabil dan mampu menyerap potensi komoditas protein lokal di daerah masing-masing tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan susu pabrikan.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































