Sebanyak 5.800 tenaga kesehatan di Sumatera Selatan (Sumsel) bakal segera mendapatkan vaksinasi campak. Vaksin dilakukan guna mencegah penularan di lingkungan rumah sakit.
Langkah ini diambil mengingat nakes, terutama yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD), memiliki risiko tinggi terpapar virus yang menyebar melalui droplet atau butiran ludah di udara tersebut.
Dinas Kesehatan Sumsel kini tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan dosis vaksin bagi para pejuang medis ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman menegaskan bahwa perlindungan nakes menjadi prioritas utama agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal tanpa risiko penularan yang lebih luas.
"Kami telah mengajukan permintaan sekitar 5.800 dosis vaksin campak ke Kementerian Kesehatan yang disesuaikan dengan jumlah tenaga kesehatan kita di lapangan," ujar Trisnawarman, Kamis (16/4/2026).
Trisnawarman menjelaskan, fokus utama pemberian vaksin ini akan diarahkan kepada mereka yang bersentuhan langsung dengan pasien di fasilitas kesehatan.
"Prioritas utama kami adalah dokter umum, dokter gigi, hingga perawat yang bertugas di UGD karena mereka adalah garda terdepan yang paling rentan terpapar," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini ratusan nakes sudah mulai mendapatkan vaksinasi sambil menunggu ketersediaan stok tambahan dari pusat.
"Kemarin kita baru mulai melakukan imunisasi terhadap ratusan nakes, dan saat ini kami masih menunggu arahan serta tambahan vaksin dari pusat untuk melanjutkan ke seluruh kabupaten/kota," jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa meski nakes telah divaksin, potensi tertular tetap ada namun dengan risiko gejala yang jauh lebih ringan.
"Vaksinasi ini penting karena penularan campak melalui udara sangat cepat; setidaknya bagi nakes yang sudah diimunisasi, jika terpapar pun gejalanya tidak akan parah," ujarnya.
Hingga saat ini, sebaran kasus campak terbanyak masih tercatat di Kota Palembang dengan 800 kasus positif, disusul Kabupaten Banyuasin dengan 400-an kasus. Pihak Dinkes terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melengkapi imunisasi dasar pada anak.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































