Kasus campak di Sumatera Selatan (Sumsel) tembus 1.576 kasus dengan 446 positif. Data Dinas Kesehatan Sumsel mencatat lonjakan jumlah kasus, khususnya pada Maret 2026. Kasus itu tercatat dari 1 Januari hingga 10 April 2026
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel Ira Primadesa mengungkapkan bahwa jumlah kasus campak terus meningkat sejak awal tahun.
Pada Januari, tercatat sebanyak 481 kasus suspek campak dengan 170 kasus di antaranya terkonfirmasi positif. Angka tersebut kemudian meningkat pada Februari menjadi 530 kasus suspek dengan 217 kasus positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki Maret, jumlah kasus suspek kembali melonjak tajam hingga mencapai 660 kasus. Meski demikian, jumlah kasus positif yang terkonfirmasi pada bulan tersebut tercatat sebanyak 59 kasus.
"Pada Januari, jumlah suspek campak sebanyak 481 kasus dengan 170 kasus positif. Di Februari ada 530 kasus suspek dengan 217 kasus positif. Dan Maret kasusnya makin melonjak dengan 660 kasus suspek dengan 59 kasus positif," ujar Ira, Senin (13/4/2026).
Dia menegaskan kondisi ini perlu diwaspadai oleh seluruh pihak, mengingat peningkatan jumlah kasus suspek yang cukup tinggi dalam waktu singkat. Hingga 10 April 2026, data Dinkes Sumsel menyebut jumlah kasus campak sebanyak 1.576 kasus dengan 446 positif.
"Untuk April masih data sementata, kita merekapnya pada akhir bulan. Tapi, yang sudah terkonfirmasi suspeknya ada 5 orang," jelasnya.
Menurutnya, lonjakan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk rendahnya cakupan imunisasi, mobilitas masyarakat, serta kurangnya kesadaran terhadap gejala awal penyakit.
"Imunisasi tambahan masih rendah, sehingga penularan campak masih tinggi. Kondisi ini tetap kita waspadai kenaikannya sejak awal tahun," katanya.
Dia menyebut, untuk wilayah yang ditetapkan sebagai lejadian luar biasa (KLB) di Sumsel masih berada di Prabumulih, Palembang, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara.
"Status KLB masih tetap di empat wilayah itu, belum ada tambahan daerah KLB yang ditetapkan Kemenkes," ungkapnya.
(csb/csb)











































