Heboh Pasien Koma di RSMH Palembang Hendak Dipulangkan, Ini Kata Dirut

Sumatera Selatan

Heboh Pasien Koma di RSMH Palembang Hendak Dipulangkan, Ini Kata Dirut

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 16 Apr 2026 15:40 WIB
In the Hospital Sick Male Patient Sleeps on the Bed. Heart Rate Monitor Equipment is on His Finger.
Ilustrasi dirawat di rumah sakit (Foto: Getty Images/gorodenkoff)
Palembang -

Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan, dalam kondisi koma akan dipulangkan viral di media sosial. Bukan itu saja, keluarga juga diminta untuk menyiapkan sejumlah alat medis untuk perawatan pasien di rumah.

Saat ayahnya hendak dipulangkan, anak pasien bernama Titan menjelaskan bahwa keluarga sempat kebingungan atas keputusan rumah sakit tersebut. Ia mengatakan bahwa keluarga diberi waktu hingga hari ini, Kamis (16/4/2026) untuk membawa pulang ayahnya meski keadaan pasien belum membaik.

Terkait dengan viral unggahan itu, Direktur Utama (Dirut) RSMH Palembang Siti Khalimah buka suara. Khalimah mengatakan pasien dirujuk ke RSMH setelah dirawat di RS Myria, RS Permata, dan RS Pelabuhan, dan sudah dilakukan tindakan operasi di rumah sakit sebelumnya tetapi belum mengalami perbaikan, kesadaran tidak membaik dan pernafasan tidak membaik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasien masuk RSMH dalam keadaan berat, kesadaran turun (koma) dan tidak bisa bernafas spontan sehingga harus menggunakan bantuan ventilator," jelasnya.

Menurut Khalimah, RSMH berusaha melakukan upaya-upaya perbaikan, pasien dirawat 10 hari di ICU dan dilakukan operasi kembali (clipping)

"Saat ini masih dalam perawatan di RSMH," katanya.

ADVERTISEMENT

Khalimah menyebut, tim Paliatif melakukan penilaian kondisi pasien dan memperkirakan bahwa pasien ini memerlukan perawatan jangka panjang yang tidak semuanya merupakan indikasi perawatan di rumah sakit.

Tim paliatif melakukan edukasi awal kepada pasien tentang kemungkinan perawatan di rumah. Apabila pasien cukup stabil secara medis untuk dilakukan perawatan di rumah dan apabila diputuskan perawatan di rumah maka ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh RSMH.

Pertama keluarga akan diajari terlebih dulu cara merawat pasien di rumah dan mengenali kondisi kedaruratan. Kedua pasien tetap dalam pengawasan rumah sakit dan ada Tim Homecare yang bisa datang sesuai kebutuhan.

Lalu ketiga, ada contact person yang bisa dihubungi 24 jam apabila terjadi kondisi kedaruratan. Keempat ada ambulans yang siaga untuk menjemput pasien dan membawa ke rumah sakit apabila diperlukan.

"Hingga saat ini pasien masih dirawat di RSMH dan baru rencana kemungkinan dirawat di rumah, tapi belum diputuskan oleh dokter,"katanya.

Ditegaskan Khalimah, pasien saat ini masih dirawat di RSMH dan belim diputuskan apakah akan dirawat di rumah atau tidak.

"Kemarin (Rabu) baru diinfokan awal kemungkinan akan ada rencana dirawat di rumah tapi akan dilakukan penilaian dan persiapan apabila diputuskan di rumah," ujarnya




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads