Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memastikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel) tidak akan mengurangi produktivitas. Penggunaan teknologi absensi berbasis koordinat hingga evaluasi mingguan menjadi kunci agar ASN tidak mangkir.
"Beberapa kota sudah punya aplikasi dengan absensi berdasarkan koordinat. Itu satu. Kemudian kedua, atasan memantau langsung output-output kinerjanya," kata Bima Arya saat memberikan keterangan, Selasa (14/4/2026).
Bima menekankan bahwa WFA bukan berarti lepas kendali. Selain penggunaan GPS, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi ketat secara berkala untuk memastikan target kinerja tetap tercapai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selalu dilakukan evaluasi. Nanti minggu depan kami akan evaluasi lagi, sejauh mana kinerja ini tercapai," tegasnya.
Selain soal disiplin, kebijakan ini juga disasar untuk menekan penggunaan uang negara. Bima mengungkapkan bahwa penerapan sistem kerja fleksibel ini diharapkan mampu memberikan penghematan signifikan pada anggaran operasional kantor.
Bima menerangkan pihaknya berencana akan membuka data terkait rincian efisiensi dari kebijakan WFA tersebut secara transparan kepada publik pada bulan depan.
"Nanti Pak Gubernur bulan depan menyampaikan data. Setelah satu bulan WFA, berapa rupiah dihemat, dan kinerja terganggu atau tidak. Dari situ mari kita kemudian melangkah ke depan," jelasnya.
Dia menuturkan, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja baru di birokrasi yang mulai mengadaptasi sistem kerja perusahaan swasta modern.
"WFA ini bukan hanya sekadar mengatur jam kerja, tetapi ini adalah transformasi budaya kerja yang baru. Kita ingin membangun sistem yang lebih dinamis," pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































