Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan kunci utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satu yang menjadi prioritas adalah percepatan proyek Pelabuhan Tanjung Carat sebagai agenda strategis nasional.
"Tadi kami menangkap poin penting dari Pak Gubernur, beliau memberikan pendekatan khusus pada aspek infrastruktur. Jadi kalau untuk pertumbuhan ekonomi, untuk mengejar target-target, ini muaranya adalah infrastruktur," ujar Bima Arya, Selasa (14/4/2026).
Bima menyoroti pentingnya aksesibilitas fisik untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat Sumsel. Ia mencontohkan bagaimana efisiensi waktu tempuh antarwilayah kini menjadi fokus nyata pemerintah daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Gubernur memberikan contoh tadi ada akses, yang sebelumnya jauh menjadi hanya 5 jam. Kemudian ada Pelabuhan Tanjung Carat yang juga menjadi agenda strategis. Tentu hal seperti itu kami kawal bersama-sama," katanya.
Menurut Bima, Pelabuhan Tanjung Carat bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi baru bagi logistik di wilayah Sumatera bagian selatan. Keberadaan pelabuhan ini diharapkan dapat memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi beban para pelaku usaha dan masyarakat.
Efisiensi waktu tempuh dan kehadiran pelabuhan internasional ini dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat. Dengan distribusi yang lebih cepat, harga komoditas diharapkan lebih kompetitif dan daya beli warga meningkat.
Hingga saat ini, Sumsel mencatatkan performa ekonomi yang cukup positif, termasuk keberhasilan mengendalikan inflasi dan efisiensi birokrasi yang masuk dalam jajaran empat besar terbaik di Indonesia.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
