PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menggandeng media massa dalam mendukung ketahanan energi nasional. Hal ini sejalan dengan semangat Energizing Indonesia yang diusung perusahaan.
Sebagai subholding upstream Pertamina, PHE menilai media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi sektor energi secara akurat, berimbang, dan terpercaya kepada publik.
Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina Hermansyah Y Nasroen mengatakan pentingnya kerja sama dengan media bukan sekadar hubungan komunikasi, melainkan kemitraan strategis. Namun juga memiliki peran penting terutama dalam menyampaikan informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Media memiliki peran penting dalam menyampaikan narasi yang faktual dan konstruktif terkait upaya industri hulu migas dalam menjaga pasokan energi nasional," katanya kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Kolaborasi yang kuat, kata dia, diyakini mampu membangun kepercayaan publik sekaligus mendukung agenda ketahanan energi Indonesia.
"Dengan kolaborasi yang kuat saya yakin bisa mampu membangun kepercayaan publik," ungkapnya.
Bukan itu saja, Herman juga mendorong sinergi dengan jurnalis guna mempercepat penyebaran informasi terkait transformasi industri energi, mulai dari peningkatan produktivitas, penerapan teknologi, hingga inisiatif dekarbonisasi.
Kata Hermansyah, PHE mendukung praktik jurnalisme yang mengedepankan etika, akurasi, dan kualitas pemberitaan, terutama di era digital.
"Ketahanan energi merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi perusahaan dan media menjadi kunci membangun narasi positif serta memperkuat optimisme publik terhadap masa depan energi Indonesia," jelasnya.
Sebagai tulang punggung produksi minyak dan gas nasional, kata Herman, PHE terus mendorong keberlanjutan energi melalui optimalisasi produksi migas serta pengembangan energi rendah karbon.
Ke depan, sambungnya, PHE komitmen menjalankan bisnis sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap penyuapan melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016.
"PHE optimistis sinergi antara industri energi dan media akan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi dinamika energi global sekaligus mewujudkan masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan," ujarnya.
(csb/csb)











































