Pembangunan Jembatan Air Lawai di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mulai dilakukan. Jembatan itu ditarget selesai dalam 180 hari atau enam bulan.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan dimulainya pembangunan ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah dilalui sejak insiden robohnya jembatan. Mulai dari pembongkaran, pembersihan lokasi, hingga tahapan administrasi dan penetapan pemenang tender.
Pembangunannya sebagai upaya memulihkan konektivitas masyarakat di wilayah tersebut. Pekerjaan akan dilaksanakan oleh Tim Percepatan Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai (TPPJAL) bersama MK PT Dkonsindo CM dan kontraktor EPC PT SBR, dengan dukungan para pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bukan tidak ingin cepat, namun dalam penggunaan anggaran ada tahapan yang harus dilalui. Hari ini kita mulai setelah semua proses tersebut selesai," ujar Deru saat prosesi peletakan batu pertama, Jumat (10/4/2026).
Dia menegaskan bahwa pembangunan jembatan harus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga harus mampu menahan beban sesuai ketentuan.
"Seluruh proses, mulai dari perencanaan hingga serah terima, akan diawasi oleh Dinas PU," tambahnya.
Gubernur berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
"Secara umum, proyek ini ditargetkan rampung dalam 180 hari. Namun, diharapkan dapat selesai lebih cepat agar segera dimanfaatkan oleh masyarakat," terangnya.
Dia juga menyoroti kesadaran para pengusaha dalam mengikuti instruksi penggunaan jalan khusus. Baik jalan lama maupun baru, sehingga lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lebih lancar.
Meski demikian, Deru mengingatkan pentingnya perbaikan jalan di sekitar jembatan. Kualitas infrastruktur harus dikerjakan secara menyeluruh.
"Percuma jembatan bagus jika jalan menuju ke sana masih berlubang. Ini harus menjadi perhatian bersama," ungkapnya.
Deru mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memahami potensi gangguan selama proses pembangunan berlangsung serta pentingnya pemasangan rambu-rambu keselamatan di sekitar lokasi proyek.
Deru meminta Pemkab Lahat mengawasi jalannya kerja sama antara pemerintah dan pengusaha agar tetap berjalan sesuai aturan. Selain itu, Deru juga menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh terhambat oleh alasan efisiensi, melainkan harus disertai upaya mencari solusi melalui kolaborasi dan partisipasi semua pihak.
(dai/dai)











































