Satuan Lalu Lintas Polrestabes Palembang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas menjelang pelaksanaan program Car Free Night (CFN) Sabtu (11/4/2026) mulai pukul 17.30-23.00 WIB dan Car Free Day (CFD) mulai pukul 05.30-09.00 WIB di Palembang.
Kegiatan ini akan dipusatkan di sepanjang Jalan Kolonel Atmo untuk CFN dan sepanjang jalan Sudirman-Jembatan Ampera-Simpang Flyover Jakabaring untuk CFD. Sementara CFN juga dirancang sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk menikmati aktivitas kuliner, seni budaya, hingga pelayanan publik.
Kasat Lantas Polrestabes Palembang mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk pengaturan arus kendaraan dan penempatan personel di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait rekayasa lalu lintasnya personel akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut kurang lebih 40 personel gabungan, dan juga personel dari instansi terkait. Kita melakukan sinergi dan kolaborasi dalam pengamanan CFN dan CFD ini," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional selama kegiatan berlangsung. Sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Jalan Kolonel Atmo akan dilakukan pengalihan arus, termasuk penutupan di titik tertentu guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat yang hadir dalam CFN.
Pengalihan arus ini dilakukan untuk meminimalisir kemacetan, sekaligus memastikan pengguna jalan tetap dapat melintas melalui jalur alternatif yang telah disiapkan. Petugas di lapangan juga akan memberikan arahan secara langsung kepada pengendara agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
Selain melibatkan personel kepolisian, pengamanan dan pengaturan lalu lintas juga melibatkan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Program CFN ini akan digelar setiap malam Minggu dengan jam operasional mulai pukul 17.30 WIB hingga 23.00 WIB. Rencananya, uji coba akan dilaksanakan pada 11 April 2026, sebelum resmi diluncurkan pada 18 April 2026.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif ruang hiburan bagi warga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner dan kreatif. Selain itu, CFN juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas dan penggunaan ruang publik secara bijak.
Kasat Lantas menegaskan, pihaknya akan melakukan evaluasi setelah pelaksanaan uji coba guna melihat efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan sebelum pelaksanaan resmi agar kegiatan dapat berjalan lebih optimal.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar lokasi CFN untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung, sehingga CFN ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua," tutupnya.
Artikel ini dibuat oleh Desti Wulandari peserta maganghub kemnaker bersertifikat detikcom
(dai/dai)











































