Pendakian Gunung Api Dempo resmi ditutup sementara, setelah adanya aktivitas vulkanik atau erupsi yang terjadi pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 01.36 WIB.
Merespons hal tersebut, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo dan Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) langsung mengambil langkah mitigasi, dengan menutup total aktivitas pendakian menuju puncak.
Kepala KPH Wilayah X Dempo, Hery Mulyono mengatakan penutupan dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan guna menjamin keselamatan pengunjung dan pendaki.
"Iya aktivitas pendakian kita hentikan sementara sambil menunggu informasi selanjutnya. Kita juga mendapatkan rekomendasi dari Badan Geologi untuk menutup sementara pendakian," katanya saat dikonfirmasi.
Selain itu, ia mengatakan bagi para pendaki yang sudah melapor atau melakukan registrasi di KPH, pihaknya membatalkan pendakian para pendaki.
"Kami juga sudah melakukan pembatalan atau cancel bagi pendaki yang baru melapor untuk naik hari ini. Penutupan dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Gunung Api Dempo yang terletak di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan mengalami erupsi dengan ketinggian abu vulkanik kurang lebih 2500 meter. Saat ini Gunung Dempo masih berada di Level II atau waspada.
Erupsi Gunung Api Dempo terjadi pada Selasa (7/3/2026) sekitar pukul 01.39 WIB. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak.
"Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 2500 meter di atas puncak atau kurang lebih 5673 meter di atas permukaan laut," tulis petugas jaga Pos GAD, Wiwit Julian dalam laporan yang diterima.
Dijelaskan bahwa kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi Gunung Api Dempo terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 176 detik.
Simak Video "Video: Gunung Semeru Erupsi Hari Ini, Status Siaga"
(dai/dai)