Hari Raya Waisak menjadi salah satu hari agung yang diperingati umat Buddha di seluruh dunia. Perayaan ini menjadi momen untuk mengenang peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan mereka.
Meski dikenal sebagai salah satu hari besar keagamaan, tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui mengenai Waisak. Ternyata perayaan ini sudah berlangsung lama dan di Indonesia sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk memperingati berbagai rangkaian kegiatan keagamaaan.
Lantas apa itu Waisak dan mengapa perayaannya begitu penting bagi umat Buddha? Berikut penjelasannya, yuk simak!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapan Hari Raya Waisak 2026
Hari raya waisak tahun 2026 diperingati pada hari Minggu, 31 Mei 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, perayaan Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Di Indonesia, perayaan puncaknya berlangsung secara megah di kawasan Candi Borobudur. Tempat tersebut menjadi titik pusat berkumpulnya umat Buddha, baik domestik maupun mancanegara, untuk melaksanakan berbagai rangkaian ibadah dan ritual keagamaan.
Apa itu Hari Raya Waisak?
Dilansir laman Kementerian Agama RI, Hari Raya Waisak atau sering juga disebut Tri Suci Waisak merupakan salah satu hari besar keagamaan umat Buddha yang diperingati untuk mengenang tiga peristiwa utama dalam kehidupan Buddha Gautama.
Tiga peristiwa besar ini terjadi pada hari yang sama, yaitu saat bulan purnama sidhi di bulan Waisakha. Berikut tiga peristiwa suci tersebut:
- Kelahiran Pangeran Siddharta: Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 sebelum masehi, yang juga dikenal sebagai sosok Buddha.
- Tercapainnya Penerangan Sempurna: oleh Siddharta Gautama di bawah pohon Bodhi pada tahun 588 sebelum masehi, yang menjadi penanda lahirnya Buddha Gautama.
- Wafatnya Buddha Gautama atau Maha Parinibbana di Kusinara pada usia 80 tahun di tahun 543 sebelum masehi, yang menjadi simbol berakhirnya kehidupan beliau di dunia.
Menjelang detik-detik Waisak, umat Buddha biasanya melakukan persiapan, seperti melakukan pembersihan vihara, berziarah ke makam leluhur, hinga melakukan aksi sosial.
Saat puncak perayaan tiba, umat melaksanakan puja bakti dan doa bersama pada momen bulan purnama penuh.
9 Tradisi Perayaan Suci Umat Buddha
Dilansir jurnal berjudul Wisata Religi Sebagai Tradisi Masyarakat Buddha karya Gebri Margaretha dkk, berikut beberapa tradisi yang biasa dilakukan umat Buddha saat perayaan Hari Raya Waisak:
1. Berdoa dan Melakukan Perenungan
Pada hari Waisak umat Buddha biasanya datang ke vihara atau kuil untuk beribadah dan memanjatkan doa. Selain itu, juga meluangkan waktu untuk melakukan meditasi atau merenungkan kehidupan dengan suasana yang tenang dan damai. Biasanya setiap vihara memiliki berbagai kegiatan tersendiri dalam merayakan dan memperingati hari raya ini.
2. Menggunakan Pakaian Berwarna Putih
Saat menghadiri perayaan ini umat Buddha biasanya mengenakan pakaian putih, hal ini dikarenakan warna putih dipercaya melambangkan kesucian dan kebersihan hati. Sehingga dianggap cocok digunakan ketika menjalankan ibadah di vihara.
3. Menjalankan Ajaran Lima Sila
Dalam ajaran agama Buddha terdapat lima sila yang dijadikan pedoman hidup, yaitu tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan perbuatan asusila, tidak berbohong, dan tidak mengonsumsi minuman keras. Pada momen Waisak, umat Buddha berusaha lebih disiplin menjalankan ajaran tersebut serta menghindari perkataan maupun tindakan buruk.
4. Menyalakan Lampu Minyak atau Lilin
Saat perayaan Waisak biasanya terdapat tradisi menyalakan lampu minyak atau lilin, karena cahaya lampu dianggap sebagai sebuah simbol penerangan guna mengusir kegelapan dalam kehidupan. Lilin yang digunakan biasanya berbentuk bunga lotus yang melambangkan kesucian dan keindahan yang tumbuh dari lingkungan yang kurang baik.
5. Menghormati Pohon Bodhi
Pohon bodhi ternyata memiliki makna yang sangat penting bagi umat Buddha karena dipercaya sebagai tempat untuk mencapai pencerahan saat bermeditasi di Bodh Gaya, India. Karena itu, banyak umat Buddha berdoa dan memberikan penghormatan kepada pohon tersebut sebagai simbol kebijaksanaan dan ketenangan batin.
6. Mengonsumsi Makanan Vegetarian
Saat perayaan Hari Waisak, banyak umat Buddha memilih untuk mengkonsumsi makanan vegetarian sebagai tanda dan bentuk penghormatan mereka kepada makhluk hidup. Tradisi ini juga dianggap sebagai cara untuk melatih pengendalian diri dan menjaga kemurnian hati.
7. Memberikan Sedekah
Pada Hari Raya Waisak umat Buddha juga melakukan sebuah tradisi bersedekah kepada para biksu, bentuknya dapat berupa makanan, perlengkapan sehari-hari, hingga kebutuhan kesehatan. Hal ini dijadikan simbol kepedulian dan rasa berbagi terhadap sesama.
8. Ritual Memandikan Patung Buddha
Ritual memandikan patung Buddha ini, menjadi cukup populer pada saat perayaan Waisak. Karena dipercaya dapat melambangkan pembersihan diri dari sifat buruk seperti keserakahan dan kebencian.
9. Mengibarkan Bendera Buddha
Bendera Buddha yang memiliki warna biru, kuning, merah, putih, dan oranye biasanya dipasang di rumah maupun vihara selama perayaan Waisak. Bendera tersebut menjadi simbol persatuan dan semangat ajaran Buddha di berbagai negara.
Itulah penjelasan mengenai apa itu Waisak lengkap dengan tradisinya yang harus diketahui detikers. Semoga bermanfaat ya!
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com.
Simak Video "Video: Puluhan Bhikkhu Jalan Kaki Bali-Borobudur Bawa Misi Damai Waisak 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)











































