Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah meluncurkan tiga desa cantik 2026 di Kabupaten OKU. Dia meminta seluruh OPD, camat, dan kepala desa yang terpilih dalam program Desa Cinta Statistik (Cantik) untuk mendukung penyediaan data yang akurat.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pencanangan Desa Cantik Kabupaten OKU Tahun 2026 yang digelar di pendopo rumah dinas Bupati OKU, Senin (6/4).
Adapun tiga desa yang akan dibina yakni Desa Batumarta II Kecamatan Lubuk Raja, Desa Marta Jaya Kecamatan Lubuk Raja, dan Desa Pandan Dulang Kecamatan Semidang Aji. Pencanangan ditandai dengan penekanan layar secara bersama oleh Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran BPS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepada OPD terkait, camat, dan kepala desa, ayo kito sama-sama support BPS. Berikan data yang akurat dan sesungguhnya agar pembinaan Desa Cantik ini bisa berjalan sesuai harapan," kata Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah, Selasa (7/4/2026).
Teddy mengungkapkan, program Desa Cantik memiliki manfaat besar dalam pembangunan desa karena menjadi dasar perencanaan yang tepat sasaran.
"Data statistik yang valid akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan, menentukan program prioritas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa," ungkapnya.
Teddy juga mengapresiasi capaian sebelumnya, di mana Desa Lubuk Batang Baru berhasil meraih predikat Desa Cantik tingkat nasional.
"Kerja BPS OKU ini sangat luar biasa. Tahun lalu Desa Lubuk Batang Baru bisa menjadi Desa Cantik tingkat nasional. Harapan kita tiga desa yang dibina tahun ini bisa meraih prestasi di tingkat nasional," jelas Teddy.
Dia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa lainnya di OKU.
"Saya yakin para kades di OKU ini hebat-hebat semua," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS OKU Anugerahani Prasetyowati menjelaskan bahwa pemilihan tiga desa tersebut telah melalui proses verifikasi dan mengikuti arahan dari pusat.
"Kita akan melakukan pembinaan secara intens terhadap tiga desa ini," katanya.
Ia menegaskan, pencanangan ini merupakan langkah awal menuju kompetisi tingkat nasional, meskipun fokus utamanya tetap pada pembinaan.
"Kalau bicara soal target tentunya untuk satu kompetisi adalah kemenangan, namun bukan itu yang utama. Pembinaan intens ini kita harapkan agar aparatur desa bisa paham tentang pengelolaan data di level desa," tutupnya.
(dai/dai)











































