Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menegaskan penutupan Diskotek Darma Agung (DA) Palembang sudah final dan tidak bisa ditawar lagi. Hal itu menyusul kembali terjadinya insiden pembunuhan di diskotek tersebut.
"Mengenai penutupan Diskotek DA itu, sudah tidak ada tawar-menawar dari pemprov," tegasnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini proses penutupan tinggal menunggu pergerakan di lapangan oleh pihak terkait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya tinggal menunggu bagaimana pergerakan di lapangan," katanya.
Terkait perkembangan lebih lanjut, Herman Deru mempersilakan untuk mengonfirmasi langsung kepada aparat yang berwenang.
"Silahkan tanyakan lebih lanjutnya kepada para aparat yang berwenang," tambahnya.
Sebelumnya Asisten I Sumsel Apriyadi mengonfirmasi bahwa diskotek tersebut juga belum mengantongi izin resmi dan Pemprov mempertimbangkan menutup permanen tempat hiburan malam tersebut.
"Jika ada pihak yang mengklaim tempat tersebut telah mengantongi izin dari pemprov, maka hal itu tidak benar. Jadi kalau ada yang mengatakan sudah ada izin, itu keliru," katanya, Selasa (24/3/2026).
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
(csb/csb)











































