3.000 Tentara AS Bakal Dikirim ke Timur Tengah

Internasional

3.000 Tentara AS Bakal Dikirim ke Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikSumbagsel
Rabu, 25 Mar 2026 13:30 WIB
Members of the National Guard walk at the National Mall after U.S. President Donald Trump deployed National Guard troops and ordered an increased presence of federal law enforcement to assist in crime prevention, in Washington, D.C., U.S., August 21,
Foto: Ilustrasi Tentara AS (Reuters)
Jakarta -

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon berencana akan mengerahkan satu brigade tempur dari Divisi Lintas Udara ke-82, yang merupakan pasukan elite Angkatan Darat AS, ke kawasan Timur Tengah. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung operasi militer AS melawan Iran yang terus berlanjut.

Dilansir Anadolu Agency, Rabu (25/3/2026), rencana ini diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip dua sumber pejabat pemerintahan AS, dalam laporannya pada Selasa (24/3) waktu setempat.

Disebutkan WSJ dalam laporannya, perintah tertulis untuk mengerahkan unit elite Divisi Lintas Udara ke-82 tersebut diperkirakan akan dirilis dalam beberapa jam mendatang. Satu brigade tempur Divisi Lintas Udara ke-82, menurut WSJ, terdiri atas sekitar 3.000 tentara AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan serupa juga disampaikan oleh Reuters, dengan sejumlah sumber pejabat AS yang dikutip media terkemuka tersebut menyebut Pentagon berencana mengirimkan pasukan tambahan antara 3.000 personel hingga 4.000 personel.

Menurut Reuters, Divisi Lintas Udara ke-82 AS, dapat dikerahkan dalam waktu 18 jam setelah menerima perintah, memiliki spesialisasi dalam melancarkan serangan parasut.

ADVERTISEMENT

Informasi soal pengerahan pasukan tambahan ini akan semakin meningkatkan pengerahan militer AS ke kawasan tersebut, bahkan ketika Presiden Donald Trump membahas soal kemungkinan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang berkecamuk sejak 28 Februari lalu.

Beberapa pejabat AS yang dikutip Reuters tidak menyebutkan secara spesifik soal di lokasi mana di kawasan Timur Tengah tepatnya pasukan tambahan itu akan ditempatkan, atau kapan mereka akan tiba di kawasan tersebut.

Militer AS meminta pertanyaan soal pengerahan semacam itu diarahkan ke Gedung Putih. Namun Gedung Putih mengatakan bahwa semua pengumuman soal pengerahan pasukan akan datang dari Pentagon.

Pentagon sendiri tidak memberikan informasi tambahan ketika ditanya oleh Anadolu Agency mengenai laporan media yang menyebutkan bahwa unsur-unsur Angkatan Darat AS, termasuk unit-unit terkait Divisi Lintas Udara ke-82 yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina, mulai dikerahkan ke Timur Tengah.

"Karena alasan keamanan operasional, kami tidak membahas pergerakan di masa depan atau hipotetisnya," tegas Pentagon dalam tanggapannya.

Menurut salah satu pejabat AS yang dikutip Reuters, belum ada keputusan yang diambil untuk mengirimkan pasukan darat ke Iran. Hanya disebutkan pejabat AS itu bahwa pasukan tambahan dimaksudkan untuk membangun kapasitas bagi potensi operasi militer di masa mendatang di kawasan tersebut.

Berdasarkan sejumlah sumber yang dikutip Reuters mengatakan bahwa militer AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi dalam perang melawan Iran, termasuk mengamankan Selat Hormuz yang berpotensi melibatkan pengerahan pasukan militer AS ke garis pantai Iran.

Pemerintahan Trump, menurut laporan Reuters, juga membahas opsi mengirimkan pasukan darat ke Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak Iran. AS sejauh ini, menurut laporan militer Washington, telah menggempur lebih dari 9.000 target di wilayah Iran sejak akhir Februari lalu. Serangan-serangan itu menuai balasan dari Teheran yang menggempur negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran tersebut. Sebanyak 290 tentara AS lainnya luka-luka, dengan 10 personel di antaranya mengalami cedera serius.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads