Sumatera Selatan

Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Waspadai Karhutla Usai Lebaran

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Rabu, 25 Mar 2026 18:21 WIB
Foto: Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho memimpin apel pagi sekaligus halal bihalal di Halaman Mapolda Sumsel (Dok. Polda Sumsel)
Palembang -

Operasi Ketupat Musi 2026 segera berakhir dan semua instansi sudah mulai masuk kerja seperti hari normal. Namun, Polda Sumsel juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.

Memasuki hari pertama kerja usai cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho memimpin apel pagi sekaligus halal bihalal bersama jajaran di Halaman Mapolda Sumsel, Rabu (25/3/2026) pukul 07.00 WIB.

Momentum ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas kedinasan sekaligus ajang konsolidasi internal untuk menyelaraskan arah kebijakan Polda Sumsel pascaLebaran.

Sandi menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan, Idulfitri hingga Hari Raya Nyepi.

"Keberhasilan pengamanan ini adalah hasil kerja bersama. Ini menjadi modal kepercayaan publik yang harus kita jaga dan tingkatkan," katanya kepada wartawan.

Akan tetapi, seluruh personel diminta tetap siaga penuh, khususnya dalam memantau dinamika arus balik dan situasi kamtibmas di wilayah Sumsel.

Selain itu pengamanan arus balik, dalam arahannya, Sandi menyoroti potensi Karhutla sebagai ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.

"Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini," ujarnya.

Berdasarkan data dan prediksi dari BMKG, musim kemarau pada tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran. Dengan itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera memperkuat langkah mitigasi seperti sinergi lintas instansi, pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat serta pencegahan praktik pembakaran lahan.



Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB