Niat Puasa Syawal 6 Hari Berturut-turut: Arab, Latin, dan Artinya

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Minggu, 22 Mar 2026 15:00 WIB
Ilustrasi membaca niat puasa Syawal. (Foto: Freepik/jcomp)
Palembang -

Setelah Ramadan berakhir bukan menjadi pertanda ibadah kepada Allah SWT terhenti. Umat Islam sangat dianjurkan menunaikan puasa sunnah di bulan Syawal 6 hari setelah perayaan Lebaran.

Sebagian ulama menganalogikan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa setahun penuh. Hal ini disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang menunjukkan dan menegaskan bahwa berpuasa selama enam hari di bulan Syawal setelah sebulan penuh Ramadan seperti melaksanakan puasa sepanjang tahun.

Sebagaimana bunyi hadis Rasulullah SAW berikut ini:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِرًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim по. 1164).

Puasa sunnah ini dapat dilakukan sejak tanggal 2 Syawal hingga berakhirnya bulan kesepuluh ini. Bagi yang akan memulai berpuasa hendaknya mengetahui bacaan niat agar ibadah yang dilakukan mengikuti syariat dan ketentuan Islam.

Keutamaan Puasa Syawal

Secara umum, ada dua keutamaan yang bisa diraih ketika seseorang mengerjakan puasa Syawal. Keutamaan ini menjadi sebuah keistimewaan dari ibadah yang dilakukan. Berikut penjelasanya.

1. Menyempurnakan Puasa Ramadan

Berpuasa enam hari di bulan Syawal menyempurnakan ibadah puasa Ramadan sehingga nilainya setara dengan setahun penuh. Sebagaimana bunyi hadis Rasulullah SAW berikut ini:

"Barangsiapa yang puasa enam hari setelah Idul Fitri, maka baginya pahala setahun penuh. Barangsiapa yang melakukan satu kebaikan, baginya ganjaran sepuluh kali lipatnya,"

2. Menyempurnakan Kekurangan Ibadah

Sama halnya dengan salat sunah rawatib sebelum dan sesudah salat fardu, puasa syawal menyempurnakan kekurangan dan cacat pada ibadah wajib. Ketika ibadah Ramadan mengandung kekurangan dan cacat maka membutuhkan amalan sunnah untuk menyempurnakannya.

Puasa Syawal Boleh Berurutan dan Boleh Tidak

Menurut Imam Ahmad dalam buku Kedahsyatan Puasa Jadikan Hidup Lebih Penuh Berkah karya M Syukron Maksum, puasa enam hari pada bulan Syawal dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah. Dikatakan bahwa tidak ada kelebihan yang satu dari lainnya.

Sedangkan menurut Imam Hanafi dan Imam Syafi'i, puasa Syawal lebih utama dilakukan secara berturut-turut tepatnya setelah Hari Raya Idul Fitri. Agar mendapatkan keberkahan yang berlipat-lipat, dapat memilih waktu puasa Syawal bersamaan dengan puasa sunnah lainnya seperti Senin Kamis atau ayyamul bidh.



Simak Video "Video: Detik-detik Marco Bezzecchi Crash di MotoGP Belanda 2026"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork