Takbiran Idul Fitri merupakan momen yang dinantikan umat muslim saat hari raya. Gema takbiran yang bersahut-sahutan menambah vibes Lebaran menjadi lebih meriah.
Anjuran memperbanyak membaca takbir Idul Fitri termasuk salah satu amalan sunnah menyambut perayaan Lebaran setelah satu bulan berpuasa. Terdapat dua jenis teks takbiran yakni muqayyad dan mursal.
Takbir muqayyad adalah takbir yang dianjurkan untuk dibaca setelah salat, baik fardhu ataupun sunnah. Sementara takbir mursal merupakan takbir yang dibaca kapan dan di mana saja.
Dari kedua jenis tersebut terbagi lagi menjadi takbir yang sesuai anjuran sunah, singkat dan lengkap. Seluruh umat Islam mengumandangkan takbir sebagai bentuk mengagungkan nama Allah SWT.
Waktu Mengumandangkan Takbiran Idul Fitri
Dilansir laman resmi Muhammadiyah, para ulama sepakat takbiran bisa dikumandangkan setelah terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri, sebagai penanda sempurnanya puasa Ramadan.
Lalu berdasarkan hadis riwayat Ibnu Umar RA: Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa ia apabila pergi ke tanah lapang di pagi hari Id, beliau bertakbir dengan mengeraskan suara takbirnya.
Dalam riwayat lain (dikatakan): Beliau apabila pergi ke tempat shalat pada pagi hari Idul Fitri ketika matahari terbit, beliau bertakbir hingga sampai ke tempat sholat pada hari Id, kemudian di tempat shalat itu beliau bertakbir pula, sehingga apabila imam telah duduk, beliau berhenti bertakbir. [HR. asy-Syafi'i dalam al-Musnad, I:153, hadis no. 444 dan 445].
Dalil Takbiran Idul Fitri
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal itu dapat melebur dosa-dosa." (HR. Ahmad)
Selain itu hukum takbiran sendiri adalah sunah muakkad, yakni sunah yang dianjurkan. Nah, bagi umat muslim yang ingin ikut mengumandangkan takbiran Idul Fitri, berikut detikSumbagsel sajikan informasinya. Yuk, simak!
Simak Video "Video: Arus Wisata Jalur Puncak Padat Malam Ini"
(mep/mep)