143 Truk ODOL Dikandangkan di Jalur Mudik Sumatera

Sumatera Selatan

143 Truk ODOL Dikandangkan di Jalur Mudik Sumatera

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Rabu, 18 Mar 2026 16:40 WIB
Truk bertonase besar dikandangkan di kantong-kantong parkir yang disediakan
Foto: Truk bertonase besar dikandangkan di kantong-kantong parkir yang disediakan (Dok. Polda Sumsel)
Palembang -

Ratusan truk Over Dimension Over Loading (ODOL) berhasil ditertibkan pihak kepolisian. Penertiban dilakukan dilakukan di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Dalam Operasi Ketupat Musi 2026, sebanyak 143 truk ODOL berhasil ditertibkan dari jalur strategis nasional, terutama di Jalintim yang menjadi tulang punggung mobilitas pemudik antarprovinsi.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), serta untuk mengatur kelancaran arus mudik lintas provinsi di Pulau Sumatera. Jalur Lintas Timur (Jalintim) dan Lintas Tengah yang melintasi Sumsel diketahui menjadi koridor vital pergerakan kendaraan dari arah Lampung menuju Jambi, Sumatera Barat, hingga Riau.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 143 kendaraan truk ODOL telah dikandangkan di sejumlah titik strategis. Penertiban terbesar terjadi di wilayah Polres Musi Banyuasin sebanyak 52 unit dan Polres Banyuasin sebanyak 50 unit, yang merupakan jalur utama distribusi logistik sekaligus jalur mudik nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu wilayah dengan tekanan arus tertinggi. Tercatat tujuh titik rawan kemacetan, mayoritas dipicu aktivitas pasar tumpah di sepanjang Jalintim. Sebanyak 30 kendaraan sumbu tiga berhasil ditertibkan di wilayah ini.

"Kita tidak lagi bekerja berdasarkan prediksi semata, tetapi berdasarkan data real time dari 17 Polres. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan," kata Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho.

ADVERTISEMENT

Sandi menerangkan, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif strategis apabila terjadi kepadatan kendaraan. Diantaranya jalur Komering yang menghubungkan OKI menuju OKU Timur melalui Lintas Tengah, serta jalur Jejawi-Rambutan-Jakabaring yang menjadi opsi untuk mengurai kepadatan menuju Kota Palembang.

Secara keseluruhan, dari 17 wilayah yang dipantau, 10 wilayah dilaporkan dalam kondisi relatif lancar tanpa titik rawan signifikan. Sementara 7 wilayah lainnya masih menjadi fokus pengamanan intensif oleh personel di lapangan, seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, OKI dan lainnya.

Dengan posisi strategis Sumsel sebagai penghubung utama jalur darat di pulau Sumatera, keberhasilan pemetaan dan pengendalian arus mudik ini menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran mobilitas jutaan pemudik lintas provinsi selama Idulfitri 1447 H.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads