Jadwal Resmi Lebaran 2026 Muhammadiyah dan NU, Kapan versi Pemerintah?

Jadwal Resmi Lebaran 2026 Muhammadiyah dan NU, Kapan versi Pemerintah?

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Minggu, 15 Mar 2026 07:20 WIB
Ilustrasi kalender.
Ilustrasi jadwal resmi Lebaran 2026. (Foto: tigerlily713/Pixabay)
Palembang -

Penghujung Ramadan akan segera tiba, itu berarti Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi. Sudahkah mengecek jadwal resmi Lebaran 2026 versi Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah?

Perayaan Idul Fitri berlangsung setiap tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriah atau penanggalan Islam. Di Indonesia berlaku dua metode penetapan yakni melalui hisab dan pemantauan hilal.

Tanggal Lebaran 2026 versi Muhammadiyah

Hasil ijtimak jelang Syawal 1447 H memutuskan bahwa Ramadan genap menjadi 30 hari dan Lebaran akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Dari penetapan tersebut dapat dipastikan puasa terakhir akan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muslim Muhammadiyah akan mulai mengumandangkan takbir pada hari tersebut tepatnya setelah Maghrib. Hal ini menjadi pertanda bahwa Hari Raya Idul Fitri akan tiba esok hari dan umat muslim mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat ied.

Tanggal Lebaran 2026 versi NU

Dilansir laman NU Online, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) merilis data hilal penentu Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Data falakiyah mengenai hilal 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk, tetapi belum memenuhi kriteria imkanur rukyah.

ADVERTISEMENT

"Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar'ie 2 dedajat 53 menit dan elongasi hilal haqiqi 6 derajat 09 menit, serta lama hilal 14 menit 44 detik," tulis NU Online.

Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Merauke, Provinsi Papua Selatan dengan tinggi hilal mar'ie 0 derajat 49 menit dan elongasi hilal haqiqi 4 derajat 36 menit, serta lama hilal 6 menit 36 detik.

Letak Matahari terbenam berada di 00 derajat 33 menit 01 detik selatan titik barat dengan letak hilal berada pada 03 derajat 33 menit 03 detik selatan titik barat dan kedudukan hilal pada 03 derajat 00 menit 02 detik selatan Matahari dalam keadaan miring ke utara.

Dari data tersebut menunjukkan potensi bulan Ramadan akan istikmal atau digenapkan menjadi 30 hari karena belum memenuhi kriteria imkanur rukyah. Besar kemungkinan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Untuk lebih pastinya, NU masih menunggu hasil keputusan sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026 setelah sholat Maghrib.

Tanggal Lebaran 2026 versi Pemerintah

Berdasarkan kalender Hijriah terbitan Kemenag, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Jadwal tersebut belum pasti karena pemerintah masih akan menggelar sidang isbat di akhir Ramadan.

Bila sidang isbat memutuskan Lebaran jatuh pada 20 Maret 2026, berarti 19 Maret 2026 adalah hari terakhir puasa dan gema takbir akan berkumandang setelah sholat Maghrib.

Jika sebaliknya, penetapan 1 Syawal diumumkan jatuh pada 21 Maret 2026, umat Islam akan melaksanakan puasa terakhir di tanggal 20 Maret 2026 dan mengumandangkan takbir setelah berbuka.

Prediksi Lebaran 2026 versi BMKG

Dilansir detikHikmah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan waktu Matahari terbenam paling awal pukul 17.48.13 WIT di Waris, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir pukul 18.49.39 WIB di Banda Aceh, Aceh.

Dari data BMKG pada ketinggian hilal maupun elongasi Matahari terbenam 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria MABIMS menetapkan imkanur rukyat yang memenuhi syarat jika posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Sementara ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 MAret 2026 berkisar antara 0,91 derajat di Merauke, Papua sampai 3,31 derajat di Sabang, Aceh. Sementara, elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 19 MAret 2026 berkisar 4,54 derajat di Waris, Papua sampai dengan 6,1 derajat di Banda Aceh, Aceh.

Berdasarkan data di atas maka bulan Ramadan akan genap menjadi 30 hari dan Idul Fitri berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal ini sesuai dengan prediksi kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama (RI).

Prediksi Lebaran 2026 versi Peneliti BRIN

Dilansir detikNews, Peneliti Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin memperkirakan tanggal Lebaran 2026 atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Prediksi ini mengacu pada perhitungan astronomi mengenai posisi hilal.

Menurutnya, pada waktu Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

"Fakta astronomi, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, ditunjukkan pada kurva kuning yang melintasi Asia Tengah," kata Thomas kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Kriteria Hilal MABIMBS Terbaru

Melansir laman Kemenag, kriteria MABIMBS berlaku pada tahun 2021 dengan menyebutkan bahwa kriteria hilal yang memenuhi syarat yakni 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan surat bersama ad referendum pada 2021.

Penerapan kriteria baru MABIMS di Indonesia berlaku sejak tahun 2022. Sebelumnya, kriteria yang berlaku untuk penetapan bulan hijriah baru adalah ketinggian 2 derajat, elongasi 3 derajat, dan umur bulan 8 jam.

Demikian, informasi mengenai jadwal resmi Lebaran 2026 versi Muhammadiyah, NU, dan pemerintah, serta prediksi dari BMKG dan BRIN. Semoga berguna, ya,

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Muhadjir: Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal Pakai Kalender Hijriah Global Tunggal"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads