Kapan Arus Mudik Lebaran Sumsel 2026? Ini Prediksi dan Persiapannya

Sumatera Selatan

Kapan Arus Mudik Lebaran Sumsel 2026? Ini Prediksi dan Persiapannya

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Jumat, 13 Mar 2026 09:01 WIB
Sebanyak 58.563 orang melakukan perjalanan dari dan ke Palembang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Angka tersebut merupakan akumulasi penumpang dari 3-7 April 2024.
Foto: Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II (Sabrina Adliyah/detikSumbagsel)
Palembang -

Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Sumatera Selatan semakin dekat. Jutaan pemudik diprediksi akan memadati berbagai jalur utama di Sumsel, baik melalui jalan tol, jalur nasional, maupun pelabuhan penyeberangan.

Agar perjalanan lebih lancar, ketahui prediksi puncak arus mudik dan berbagai persiapan yang telah dirangkum detikSumbagsel dari sejumlah pemberitaan terkini!

Prediksi Jumlah Pemudik di Sumsel

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pergerakan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Sumatera Selatan diperkirakan mencapai 3,87 juta orang, menjadikan Sumsel sebagai daerah dengan pergerakan pemudik tertinggi ke-7 secara nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, PT ASDP cabang Bakauheni Lampung Selatan memprediksi sebanyak 1,5 juta pemudik akan masuk ke Pulau Sumatera dari Pulau Jawa. General Manager PT ASDP cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyebut angka tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kapan Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 di Sumsel?

Puncak arus mudik di Pelabuhan Bakauheni diprediksi akan terjadi pada 15-16 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 27-28 Maret 2026 menurut PT ASDP cabang Bakauheni.

ADVERTISEMENT

Adapun Dinas Perhubungan Kota Palembang memperkirakan arus mudik secara keseluruhan akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 27 Maret 2026. Posko Lebaran Dishub sendiri akan beroperasi mulai H-5 atau 15 Maret hingga H+3 atau 23 Maret 2026.

Persiapan Jalan dan Infrastruktur

Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan seluruh jalan nasional penghubung Sumsel dengan provinsi tetangga sepanjang kurang lebih 1.500 km akan selesai diperbaiki pada H-10 Lebaran. Perbaikan mencakup sejumlah titik yang sempat viral karena kondisi jalan berlubang di wilayah Muba, Prabumulih, Mura, Lahat, dan sekitarnya.

Kabar baik juga datang dari Jalan Tol Palembang-Betung. Tol sepanjang 53,2 km ini dibuka secara fungsional sementara tanpa tarif mulai Selasa, 10 Maret 2026. Kehadiran tol ini diprediksi mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Palembang - Betung dari yang semula 4 jam menjadi hanya 1 jam.

Pembatasan Angkutan Barang di Sumsel

Guna memastikan kelancaran arus mudik, pembatasan operasional angkutan barang di wilayah Sumsel akan berlaku selama kurang lebih dua pekan, yakni mulai Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Pembatasan ini mencakup dua kategori jalan utama:

Jalan Tol:

  • Ruas Betung - Tempino - Jambi, segmen Bayung Lencir - Tempino - Simpang Ness
  • Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung - Palembang

Jalan Nasional Non-Tol:

  • Jalur Lintas Sumatera ruas Batas Jambi - Palembang - Batas Sumsel
  • Jalur Lampung - Bujung Tenuk - Bandar Lampung - Bakauheni

Jenis kendaraan yang dibatasi meliputi mobil barang tiga sumbu atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan dan gandengan, serta kendaraan pengangkut hasil galian, tambang, dan bahan bangunan.

Namun demikian, kendaraan pengangkut kebutuhan vital seperti bahan bakar minyak dan gas, hewan ternak, pupuk, bantuan bencana, serta bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging, ikan, telur, sayur, dan buah tetap diperbolehkan melintas dengan syarat membawa dokumen muatan resmi.

Persiapan Personel dan Posko

Dinas Perhubungan Kota Palembang mengerahkan 480 personel gabungan yang terdiri dari 165 PNS dan 315 Non-PNSD untuk mengawal kelancaran arus mudik. Dishub juga menyiapkan 1 unit mobil pengujian keliling dan 4 unit crane untuk memastikan fasilitas jalan tetap berfungsi optimal.

Di Bandara SMB II Palembang, sebanyak 519 personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik. Jumlah tersebut terdiri dari 228 personel internal bandara dan 291 personel dari berbagai instansi terkait.

Persiapan di Lampung dan Pelabuhan Bakauheni

Di wilayah Lampung, Polda Lampung menyiapkan 93 pos dalam rangka Operasi Ketupat 2026, yang terdiri dari 57 Pos Pengamanan, 19 Pos Pelayanan, 1 Pos Terpadu, dan 16 Posko Bencana di berbagai titik strategis.

Untuk mendukung kapasitas penyeberangan, PT ASDP cabang Bakauheni menyiapkan 57 unit kapal yang akan beroperasi mengangkut pemudik dari beberapa pelabuhan. Selain itu, Pelabuhan Pelindo II Panjang Lampung juga direncanakan menjadi pelabuhan alternatif.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads