Umat Islam di Indonesia telah memasuki 10 hari terakhir Ramadan pada Selasa, 10 Maret 2026. Sejumlah orang melaksanakan ibadah sunnah untuk meraih malam Lailatul Qadar yakni berdiam diri atau iktikaf di masjid. Lalu, bagaimana bacaan niat iktikaf Ramadan?
Dikutip buku Itikaf Penting dan Perlu karya Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi, melaksanakan itikaf tidak akan sempurna tanpa shaum atau puasa. Itikaf dan puasa adlaah dua ibadah yang disyariatkan Allah SWT dengan tujuan mulia.
Bagi umat Islam yang akan melaksanakan iktikaf Ramadan 2026 pada minggu terakhir, terutama malam-malam ganjil seperti malam 23, 25, 27, dan 29, dapat melafalkan niat berikut ini agar ibadah yang dilakukan bernilai pahala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarat-syarat Iktikaf Ramadan
Iktikaf adalah ibadah yang mempunyai syarat tertentu dan bila tidak terpenuhi maka ibadah yang dilakukan tidak sah. Dikutip Fikih Puasa Ramadhan, Iktikaf, dan Lailatul Qadar karya Qafi Marzuqi Ammar, adapun syarat-syaratnya sebagai berikut:
1. Hendaknya orang iktikaf adalah seorang muslim mumayyiz dan berakal. Iktikaf tidak sah bila dilakukan orang kafir, gila, dan anak kecil yang belum mumayyiz.
2. Niat. Seorang muslim berniat mengerjakan iktikaf dan menempati tempat iktikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah dan ibadha kepada-Nya.
3. Hendaknya iktikaf dilakukan dalam masjid. Sesuai firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 187. Di sisi lain Rasulullah SAW ketika mengerjakan iktikaf, ia melakukan dalam masjid bukan tempat lain.
4. Hendaknya masjid yang dijalankan iktikaf adalah masjid yang ada sholat jamaahnya. Agar orang yang iktikaf tidak meninggalkan sholat berjamaah. Sebab, sholat berjamaah hukumnya wajib. Adapun untuk wanita, iktikaf yang dilakukan tetap sah meski dilakukan dalam masjid yang tidak ada sholat jamaahnya. Karena, wanita tidak wajib mengerjakan sholat berjamaah.
5. Suci dari hadas besar. Orang yang jinabat tidak sah iktikaf. Demikian halnya wanita haid dan nifas. Karena mereka tidak boleh menetap dalam masjid.
Niat Iktikaf Ramadan
Dilansir laman NU Online, menjalankan iktikaf mesti dimulai dengan niat. Hal ini hukumnya wajib bagi setiap muslim yang melaksanakannya. Ada dua bacaan niat yang bisa dibaca, pertama bersumber dari kita Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj. Adapun bacaannya sebagai berikut:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ£ΩΩΩ Ψ£ΩΨΉΩΨͺΩΩΩΩΩ ΩΩΩ ΩΩΨ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ³ΩΨ¬ΩΨ―Ω Ω ΩΨ§ Ψ―ΩΩ ΩΨͺΩ ΩΩΩΩΩ
Nawaitu an a'takifa fΔ« hΔdzal masjidi mΔ dumtu fΔ«h.
Artinya: "Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya."
Bacaan niat iktikaf kedua merujuk pada kitab Al-Majmu' karya Imam An-Nawawi, berikut ini lafalnya:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΨ§ΩΨΉΩΨͺΩΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩ ΩΨ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩ ΩΨ³ΩΨ¬ΩΨ―Ω ΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩ
Nawaitul i'tikΔfa fΔ« hΔdzal masjidi lillΔhi ta'ΔlΔ.
Artinya: "Saya berniat i'tikaf di masjid ini karena Allah SWT."
Panduan Iktikaf di Bulan Ramadan 2026
Dengan memahami panduan beriktikaf di bulan Ramadan, umat Islam dapat mempersiapkan diri secara matang dan bisa menjalankan ibadah dengan maksimal. Berikut ini tata caranya.
1. Berniat
Pembacaan niat ini tidak masalah bisa dilafalkan dalam hati maupun secara lisan. Bisa membaca teks Arab/Latin, atau artinya saja. Pembacaan niat menjadi landasan dasar dalam melakukan iktikaf.
2. Berdiam Diri
Setiap muslim yang melakukan iktikaf mesti berdiam diri dengan memperbanyak dzikir, tafakkur, membaca tasbih, dan diutamakan memperbanyak membaca Al-Quran.
3. Menghindari Perbuatan Tidak Berguna
Fokus utama dari iktikaf adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghindarkan diri dari segala perbuatan yang tidak berguna, seperti bermain ponsel berlebihan atau ngobrol.
Demikian, penjelasan mengenai niat iktikaf Ramadan 2026 lengkap dengan teks Arab, Latin, dan panduannya. Semoga berguna, ya.
(mep/mep)











































