Tata Cara dan Niat I'tikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan yang Perlu Diketahui

Tata Cara dan Niat I'tikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan yang Perlu Diketahui

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Rabu, 11 Mar 2026 18:01 WIB
Sehari di Masjid An Nahl

Sejumlah umat muslim memadati masjid An Nahl yang terletak di BSD, Tanggerang, Banten, Kemarin. Masjid ini melaksanakan ibadah itikaf selama 30 hari selama bulan ramadan dengan cuma-cuma. Grandyos Zafna/detikcom

Breakin
Foto: Ilustrasi i'tikaf (Grandyos Zafna)
Palembang -

Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan beri'tikaf. I'tikaf adalah amalan berdiam diri di masjid dengan niat khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus sebagai ikhtiar meraih keistimewaan malam lailatul qadar.

Rasulullah SAW sendiri telah mencontohkan amalan ini. Dalam hadits dari Aisyah r.a. disebutkan bahwa beliau senantiasa beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan hingga wafat, dan kemudian diteruskan oleh para istri beliau (HR. Muslim)

Apa Itu I'tikaf?

Dilansir dari detikHikmah, merujuk buku karya Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi berjudul Itikaf Penting dan Perlu, secara bahasa i'tikaf berasal dari kata 'akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau terhalangi. Secara istilah, i'tikaf adalah menetap atau berdiam diri di dalam masjid disertai puasa dan niat yang tulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zaadul Ma'ad jilid 2 menjelaskan bahwa tujuan Allah SWT mensyariatkan i'tikaf adalah agar hamba-hamba-Nya dapat memfokuskan hati dan jiwa sepenuhnya kepada-Nya, mengesampingkan sejenak kesibukan duniawi, sehingga hati menjadi tentram karena dekat dengan Allah SWT.

Syarat I'tikaf

Mengutip buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, berikut syarat yang harus dipenuhi sebelum beri'tikaf: beragama Islam, dapat membedakan hal baik dan buruk, berakal sehat, serta suci dari hadas, haid, dan nifas.

ADVERTISEMENT

Tata Cara I'tikaf

Dikutip dari detikHikmah, berikut tata cara pelaksanaan i'tikaf:

1. Niat Beri'tikaf

Sebelum memulai i'tikaf, niatkan terlebih dahulu dalam hati. Untuk i'tikaf sunah di 10 malam terakhir Ramadan, bacaan niatnya adalah:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ الاِعْΨͺΩΩƒΩŽΨ§ΩΩŽ فِي Ω‡Ω°Ψ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ³ΩΩ†Ω‘ΩŽΨ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitul I'tikafa fii haadzal masjidi sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat i'tikaf di masjid ini, sunah karena Allah ta'ala."

Ada pula niat i'tikaf yang lebih umum:

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ Ψ£ΩŽΨΉΩ’ΨͺΩŽΩƒΩΩΩŽ فِي Ω‡Ω°Ψ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ω…ΩŽΨ§ دُمْΨͺُ ΩΩΩŠΩ’Ω‡Ω

Nawaitu an a'takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.

Artinya: "Saya berniat i'tikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya"

2. Berdiam Diri di Masjid

I'tikaf dilaksanakan dengan berdiam diri di dalam masjid, khususnya masjid yang biasa digunakan untuk salat berjamaah. Selama beri'tikaf, perbanyaklah dzikir, tafakkur, membaca tasbih, dan utamakan untuk membaca Al-Qur'an. Dianjurkan pula melaksanakan salat sunah seperti salat tahiyatul masjid.

3. Menjauhi Perbuatan yang Tidak Berguna

Selama beri'tikaf, hindari segala perbuatan yang tidak bermanfaat dan fokuslah pada amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Disunahkan pula membaca doa berikut :

Ψ§ΩŽΩ„Ω„Ω‘Ω°Ω‡ΩΩ…Ω‘ΩŽ Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽΩƒΩŽ ΨΉΩŽΩΩΩˆΩ‘ΩŒ Ψͺُحِبُّ Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΩΩ’ΩˆΩŽ ΩΩŽΨ§ΨΉΩ’ΩΩ ΨΉΩŽΩ†ΩΩ‘ΩŠ

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku."

Waktu Pelaksanaan I'tikaf

I'tikaf merupakan amalan yang bisa dilakukan kapan saja tanpa batasan jumlah hari tertentu dalam pelaksanaannya. Menurut para ulama, i'tikaf hendaknya dilakukan sebelum matahari terbenam. Dan ada pendapat lainnya yang mengatakan bahwa i'tikaf dimulai setelah menunaikan salat Subuh.

Namun, waktu pelaksanaan i'tikaf yang paling utama adalah pada saat bulan Ramadan. Dalam sebuah hadis disebutkan, Rasulullah SAW melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Sebagaimana yang dikatakan Aisyah ra berikut:

"Bahwasanya Nabi SAW beri'tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan sampai beliau dipanggil Allah Azza wa Jalla. Kemudian istri-istri beliau (meneruskan) beri'tikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim).

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads