Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan kerap menyerang anak-anak, meski begitu remaja dan orang dewasa dengan daya tahan tubuh lemah pun tetap terkena risikonya.
Penyakit yang dikenal dengan nama lain Morbili ini menyebar melalui droplet di udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, dan ditandai dengan demam tinggi disertai ruam kemerahan di kulit.
Hingga kini belum ada obat khusus untuk membasmi virus campak. Namun, dengan penanganan yang tepat di rumah serta pencegahan melalui imunisasi, penyakit ini bisa diatasi dan dicegah agar tidak semakin meluas. Nah detikers, berikut cara mengobati dan mencegah campak yang perlu diketahui!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Cara Mengobati Campak di Rumah ?
Dilansir melalui detikHealth, Berikut beberapa cara perawatan mandiri di rumah yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi penyakit campak, karena hingga saat ini belum ada obat khusus untuk campak sehingga perawatan mandiri yang tepat di rumah bisa menjadi solusi.
1. Perbanyak Istirahat
Salah satu cara menangani campak adalah dengan beristirahat yang cukup. Bagi bayi dan anak-anak, kurangi aktivitas bermain mereka untuk sementara waktu. Istirahat yang memadai membantu memulihkan daya tahan tubuh sehingga lebih efektif dalam melawan virus.
2. Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Mengingat campak sangat mudah menular, penderita sebaiknya menghindari aktivitas di luar rumah. Hal ini penting untuk mencegah penularan kepada orang-orang di sekitar. Selain itu, jaga jarak dari anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi campak.
3. Perhatikan Asupan Gizi
Nutrisi yang baik berperan besar dalam membantu tubuh melawan virus campak. Pada bayi, iritasi tenggorokan seringkali membuat mereka sulit makan, sehingga pemberian makanan dalam bentuk bubur bisa menjadi solusi. Konsumsi vitamin A juga terbukti menjadi penanganan yang efektif, terutama bila diberikan oleh tenaga kesehatan.
4. Cukupi Kebutuhan Cairan
Demam yang menyertai campak dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, pastikan untuk minum air putih dalam jumlah yang cukup guna menjaga keseimbangan cairan tubuh.
5. Konsumsi Obat Pereda Nyeri dan Demam
Obat penurun demam dan pereda nyeri dapat digunakan untuk meringankan gejala campak. Khusus untuk anak-anak, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan obat, karena dosis dan aturan pakainya berbeda dengan orang dewasa.
Pencegahan Penyakit Campak
Dikutip dari WHO, Imunisasi adalah satu-satunya langkah paling efektif dalam mencegah campak. Rendahnya angka cakupan vaksinasi di suatu wilayah terbukti menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan kasus campak secara signifikan. Oleh karena itu, vaksinasi menyeluruh di masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit ini.
Vaksin yang digunakan adalah vaksin MR (Morbili Rubela), yang diberikan dalam tiga tahap. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, dosis kedua pada rentang usia 15 hingga 18 bulan, dan dosis ketiga pada usia 5 hingga 7 tahun.
Ketiga dosis ini harus dilengkapi guna memastikan perlindungan yang optimal sekaligus memutus rantai penularan. Vaksin MR juga memberikan perlindungan ganda, yakni terhadap rubela, infeksi yang berbahaya karena dapat menginfeksi bayi dalam kandungan.
Adapun hingga saat ini belum ada obat khusus yang mampu membasmi virus campak secara langsung. Penyakit ini umumnya akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu.
Penanganan yang diberikan bersifat suportif, mencakup pemberian obat penurun demam, suplemen Vitamin A, serta kecukupan nutrisi dan cairan tubuh. Antibiotik hanya diresepkan apabila ditemukan adanya infeksi bakteri sekunder yang menyertai kondisi pasien.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































