Tahapan Gejala Campak: Kenali Ciri-cirinya dari Hari ke Hari

Tahapan Gejala Campak: Kenali Ciri-cirinya dari Hari ke Hari

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Minggu, 08 Mar 2026 21:00 WIB
Ilustrasi Campak pada Anak
Ilustrasi Campak pada Anak (Foto: iStock)
Palembang -

Campak adalah penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak. Gejala campak tidak muncul sekaligus, melainkan berkembang secara bertahap mulai dari masa pra-gejala hingga ruam yang menyebar ke seluruh tubuh.

Mengenali tahapan gejala campak dari hari ke hari sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sebelum komplikasi terjadi.

Dilansir dari detikHealth, kasus campak di Indonesia memasuki tahun 2026 masih menjadi perhatian serius. Hingga minggu ke-7, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0,05 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima provinsi dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) terbanyak tahun ini adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Yuk, detikers, simak penjelasan lengkap ciri-ciri campak di setiap fasenya berikut ini!

ADVERTISEMENT

Gejala Utama Campak

Sebelum memahami tahapannya, penting untuk mengenali gejala utama campak secara umum. Dikutip dari Halodoc, penyakit ini biasanya ditandai dengan demam, diikuti munculnya ruam kemerahan pada kulit atau ruam makulopapular. Selain itu, penderita juga kerap mengalami batuk, pilek, mata merah dan berair (konjungtivitis), rasa gatal pada kulit, hingga diare.

Tahapan Gejala Campak dari Hari ke Hari

1. Masa Inkubasi (Pra-Gejala)

Tahap pertama adalah masa inkubasi, yaitu periode ketika virus campak telah masuk ke dalam tubuh dan mulai berkembang biak. Pada fase ini, penderita belum menunjukkan gejala apapun sehingga sering tidak disadari.

Masa inkubasi umumnya berlangsung antara 10 hingga 14 hari sejak seseorang pertama kali terpapar virus.

2. Fase Prodromal atau Gejala Awal (Hari 1-4)

Setelah masa inkubasi berakhir, penderita akan memasuki fase prodromal yang berlangsung sekitar 2 hingga 4 hari. Gejala yang muncul pada tahap ini menyerupai flu biasa, seperti demam tinggi, batuk kering, pilek, dan mata merah.

Tanda khas yang membedakan campak dari penyakit lain pada fase ini adalah munculnya bintik Koplik, yakni bercak-bercak putih kecil di bagian dalam pipi. Bintik ini menjadi penanda awal yang cukup spesifik untuk mengenali campak.

3. Fase Erupsi atau Ruam (Hari 5-11)

Fase ruam berlangsung selama 5 hingga 7 hari dan menjadi tanda yang paling mudah dikenali. Ruam berwarna merah kecoklatan mulai muncul pertama kali di area wajah dan belakang telinga, kemudian menyebar secara bertahap ke leher, badan, lengan, hingga kaki. Pada fase ini, demam penderita bisa tetap tinggi dan kulit terasa gatal.

4. Fase Konvalesen atau Penyembuhan (Hari 12-21)

Memasuki fase pemulihan, ruam akan mulai memudar secara perlahan, dimulai dari wajah ke bawah. Proses pemudaran ruam ini membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari. Bekas ruam yang memudar kadang meninggalkan warna kehitaman atau pengelupasan kulit ringan, namun akan hilang dengan sendirinya.

Bersamaan dengan itu, gejala lain seperti demam, batuk, dan pilek juga berangsur membaik sebagai tanda bahwa tubuh sedang dalam proses pemulihan.

Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Nih detikers, campak bukan penyakit yang bisa dianggap ringan. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, di antaranya:

Β· Infeksi telinga

Β· Radang paru-paru (pneumonia)

Β· Radang pita suara

Β· Radang otot jantung

Β· Diare

Β· Gangguan gizi

Β· Infeksi kulit

Β· Peradangan mata

Β· Radang otak

Β· Keguguran pada ibu hamil

Bagaimana Pencegahan Campak ?

Dikutip dari detikHealth, satu-satunya cara efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi. Rendahnya cakupan imunisasi di suatu daerah terbukti berkontribusi pada meningkatnya kasus campak secara signifikan.

Vaksin yang digunakan adalah vaksin MR (Morbili Rubela) yang diberikan dalam tiga dosis. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, dosis kedua pada usia 15 hingga 18 bulan, dan dosis ketiga pada usia 5 hingga 7 tahun.

Kelengkapan ketiga dosis ini penting untuk memastikan perlindungan yang optimal sekaligus memutus rantai penularan campak.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada obat yang secara khusus dapat membasmi virus campak. Penyakit ini pada dasarnya akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Pengobatan yang diberikan umumnya bersifat suportif, meliputi obat penurun demam, suplemen Vitamin A, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh yang cukup. Adapun antibiotik hanya akan diresepkan apabila terdapat bukti adanya infeksi bakteri sekunder yang menyertai.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads