BGN Wajibkan SPPG Punya Medsos, Menu MBG Harus Diunggah Tiap Hari

Sumatera Selatan

BGN Wajibkan SPPG Punya Medsos, Menu MBG Harus Diunggah Tiap Hari

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Senin, 02 Mar 2026 08:31 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sanjaya
Foto: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen (Purn) Sony Sanjaya (Welly Jasrial Tanjung)
Palembang -

Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki akun media sosial resmi sebagai bentuk transparansi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Setiap SPPG wajib akun Facebook, Instagram dan TikTok sebagai sarana pelaporan harian," kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya, Sabtu (28/2/2026).

"Media sosial ini bukan formalitas, tapi alat kontrol publik agar program berjalan terbuka," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sonny menegaskan setiap menu MBG yang dimasak wajib dipublikasikan lengkap dengan rincian kandungan gizi dan harga bahan pangan.

"Menurut apa hari ini, nilai gizinya berapa dan harganya berapa, semua itu harus dipublikasikan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sony pun meminta kepada masyarakat untuk ikut mengawasi jika menemukan kejanggalan harga dalam unggahan tersebut.

"Kalau ada harga pisang Rp 2.500 padahal di pasar Rp 1.500, silahkan dipertanyakan," ucapnya.

Sony, juga menekankan pentingnya kesamaan persepsi seluruh pelaksana MBG di Sumsel agar tidak terjadi perbedaan standar di lapangan.

"Kita harus satu visi agar program ini benar-benar tepat sasaran," kata Sonny.

Ditambahkan Sonny, BGN turut mengapresiasi kesiapan pasokan pangan di Sumatera Selatan yang dinilai relatif aman.

"Evaluasi terakhir menunjukkan rantai pasok di Sumsel, khususnya Palembang, sudah sangat siap," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut implementasi MBG di daerah relatif minim keluhan karena didukung kemandirian pangan.

"Sumsel sudah menyiapkan diri sejak lama, jadi ketika program ini berjalan, kita tidak panik," ujarnya.

Menurut Deru, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang digagas sejak 2021 membuat daerahnya kuat dalam menjaga pasokan.

"Telur surplus, ikan air tawar juga melimpah, jadi supply dan demand tetap terjaga," ujarnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads