Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) Kolonel Pnb Zulfikri Arif Purba, meresmikan dapur 03 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Diharapkan dapur ini dapat melayani 2.500 manfaat.
Dapur 03 SPPG ini berada di Jalan Ong Len, Kecamatan Ilir III Palembang dan menjadi dapur terbesar di jajaran TNI AU Palembang.
Zulfikri menjelaskan bahwa SPPG 03 Lanud SMH merupakan hasil kemitraan strategis TNI AU dengan fasilitas paling lengkap sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, dapur ini memiliki skala dan kelengkapan yang jauh lebih lengkap dibandingkan unit terdahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dapur tiga ini yang terbesar jika dibandingkan dapur satu dan dua milik Lanud SMH. Fasilitasnya cukup lengkap di seluruh aspek yang diinginkan oleh Badan Gizi dan sudah memenuhi verifikasi sebelum operasional," katanya kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan TNI dan Polri dalam program ini sangat krusial, terutama melalui peran Babinsa untuk mengarahkan dan mengawasi distribusi makanan. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya insiden kesehatan yang dapat merugikan siswa penerima manfaat.
"Penerima manfaat itu diarahkan oleh para Babinsa. Kita melibatkan anggota untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti keracunan dan lain-lain. Kita menjaga standar itu untuk tetap melaksanakan supervisi dan mengawasi langsung," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pihaknya memprioritaskan kualitas produksi agar tidak ada kendala bagi anak-anak dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Kami tidak ingin kualitas makanan yang diproduksi dari SPPG ini bermasalah sehingga mengganggu pendidikan mereka. Pengawasan ketat adalah kunci utamanya," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa target ke depan akan ada total sembilan dapur di bawah naungan Lanud SMH. Saat ini, setiap dapur diproyeksikan dapat melayani rata-rata 2.500 sasaran sesuai arahan pemerataan dari pihak BGN.
"Target kita rencananya ada sembilan totalnya. Untuk sasaran, satu dapur itu standarnya bisa sampai 2.500 penerima manfaat karena sekarang ada sistem pemerataan yang diatur sepenuhnya oleh BGN," ujarnya.
Meskipun lokasi dapur berada di luar wilayah pangkalan, Ia memastikan operasional SPPG ini tetap di bawah kendali penuh TNI AU. Hal ini merupakan bagian dari komitmen mendukung program pemerintah pusat secara menyeluruh tanpa terbatas sekat teritorial.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(csb/csb)











































