Hukum Berpuasa tapi Belum Mandi Wajib? Simak di Sini

Hukum Berpuasa tapi Belum Mandi Wajib? Simak di Sini

Rika Amelia - detikSumbagsel
Minggu, 22 Feb 2026 23:01 WIB
Ilustrasi mandi wajib
Foto: Ilustrasi mandi wajib (Getty Images/iStockphoto/Iurii Garmash)
Palembang -

Saat menjalankan ibadah puasa Ramadan, terkadang muncul situasi yang membuat seseorang ragu akan keabsahan puasanya. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, apakah boleh puasa tapi belum mandi wajib?

Mungkin karena tertidur hingga melewati waktu Subuh setelah berhubungan suami istri atau karena baru saja selesai masa haid tepat sebelum imsak, banyak umat muslim yang merasa panik. Padahal, penting untuk memahami terlebih dahulu perbedaan antara syarat sah puasa dan syarat sah salat agar tidak keliru dalam menyikapi kondisi tersebut.

Lalu sebenarnya, apakah boleh puasa tapi belum mandi wajib dan bagaimana hukumnya dalam Islam? Berikut penjelasan lengkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hukum Berpuasa tapi Belum Mandi Wajib

Dilansir laman Nu Online dan laman Badan Amil Zakat Nasional, menurut mayoritas ulama, syarat sah puasa bukanlah suci dari hadas besar (janabah/junub) sepanjang hari. Syarat sah puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Artinya, jika seseorang dalam keadaan junub (setelah hubungan intim) atau setelah suci dari haid/nifas namun belum sempat mandi wajib hingga masuk waktu Subuh, ia diperbolehkan langsung berniat dan menjalankan puasa.

ADVERTISEMENT

Dalam kitab Mausu'ah Fiqhiyyah XVI/55 yang merujuk pada Al-Mughni dan Al-Muhadzdzab, dijelaskan bahwa orang yang berpuasa dalam keadaan belum mandi wajib tetap dianggap sah puasanya. Hal ini karena hadas besar bukan termasuk syarat sah puasa dan tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.

Penjelasan tersebut sejalan dengan hadis berikut.

ΩŠΩŽΨ΅ΩΨ­ΩΩ‘ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاُؑ Ψ§Ω„Ψ΅ΩŽΩ‘ΩˆΩ’Ω…Ω Ψ¨ΩΨ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩΨ΅Ω’Ψ¨ΩΨ­ΩŽ Ψ΅ΩŽΨ§Ψ¦ΩΩ…Ω‹Ψ§ Ω‚ΩŽΨ¨Ω’Ω„ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩŽΨΊΩ’ΨͺΩŽΨ³ΩΩ„ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ عَائِشَةَ ΩˆΩŽΨ£ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ³ΩŽΩ„ΩŽΩ…ΩŽΨ©ΩŽ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽΨͺَا : Ω†ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ أِنْ ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ω„ΩΩŠΩΨ΅Ω’Ψ¨ΩΨ­Ω جُنُبًا مِنْ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±Ω Ψ§Ψ­Ω’ΨͺΩΩ„Ψ§ΩŽΩ…Ω Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ ΩŠΩŽΨΊΩ’ΨͺΩŽΨ³ΩΩ„ Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ ΩŠΩŽΨ΅ΩΩˆΩ…Ω

Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki Subuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu 'anhuma berkata :" Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena jima' dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadits Riwayat Bukhari 4/153).

Apakah Harus Segera Mandi Wajib?

Meskipun puasa tetap sah dalam keadaan junub, seseorang tetap harus segera mandi wajib setelah menyadari kondisinya atau setelah bangun tidur. Hal ini penting agar ibadah lainnya dapat dilaksanakan dengan sempurna dan sesuai ketentuan syariat.

Keadaan junub memang tidak membatalkan puasa, tetapi menghalangi seseorang untuk menunaikan salat, termasuk salat Subuh. Jika mandi wajib sengaja ditunda hingga waktu Subuh habis, maka ia telah meninggalkan kewajiban salat dan hal tersebut hukumnya berdosa.

Selain itu, menjalankan puasa dalam keadaan suci tentu lebih utama dan menenangkan hati. Dengan segera mandi wajib, seseorang dapat melanjutkan rangkaian ibadah lainnya seperti salat dan membaca Al-Qur'an dengan lebih khusyuk dan nyaman.

Tata Cara Mandi Wajib Saat Puasa

Saat menjalani puasa, mandi wajib tetap boleh dilakukan seperti biasa. Namun, ada hal penting yang harus diperhatikan, yaitu berhati-hati agar air tidak masuk ke dalam tubuh secara sengaja, seperti tertelan atau masuk terlalu dalam ke hidung, karena hal tersebut bisa membatalkan puasa.

Ketika berkumur dan membersihkan hidung (istinsyaq), lakukan secukupnya saja. Tidak perlu berlebihan saat memasukkan air ke mulut atau hidung agar tidak berisiko tertelan. Intinya, tetap menjalankan sunnah mandi wajib, tetapi dengan lebih hati-hati selama berpuasa.

Selain itu, pastikan air benar-benar membasahi seluruh tubuh, mulai dari ujung rambut hingga ke kulit bagian luar. Jangan sampai ada bagian yang terhalang sabun, kotoran, atau rambut yang terlalu rapat sehingga air tidak mengenai kulit. Dengan cara ini, mandi wajib tetap sah dan puasa pun tetap aman.

Nah, itulah penjelasan mengenai hukum berpuasa meski belum mandi wajib, lengkap dengan tata cara mandi wajib saat puasa yang perlu diperhatikan. Semoga bermanfaat ya!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads