Batas Mandi Junub Ketika Puasa, Apakah Boleh Lewat Waktu Subuh?

Batas Mandi Junub Ketika Puasa, Apakah Boleh Lewat Waktu Subuh?

Rika Amelia - detikSumbagsel
Sabtu, 21 Feb 2026 05:31 WIB
Ilustrasi kamar mandi hotel
Foto: Ilustrasi mandi (Getty Images/yipengge)
Palembang -

Batas mandi junub ketika puasa kerap menjadi pertanyaan yang membingungkan bagi sebagian umat Muslim, terutama saat Ramadan. Banyak yang merasa khawatir jika belum sempat mandi wajib hingga adzan Subuh berkumandang, lalu bertanya-tanya apakah puasanya tetap sah atau justru batal.

Kondisi junub bisa terjadi karena mimpi basah maupun hubungan suami istri di malam hari. Situasi ini sering membuat seseorang terburu-buru sebelum imsak, bahkan ada yang memilih tidak sahur karena takut puasanya tidak diterima jika belum mandi wajib.

Berikut detikSumbagsel rangkum batas akhir mandi junub ketika puasa serta tata cara dan niatnya. Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Batas Mandi Junub Ketika Puasa

Dilansir laman Badan Amil Zakat Nasional dan NU Online Jawa Timur, batas mandi junub ketika puasa sering disalah pahami sebagai syarat sah puasa. Padahal, menurut mayoritas ulama, suci dari hadas besar bukan termasuk syarat sah puasa. Artinya, seseorang yang masih dalam keadaan junub saat adzan Subuh tetap sah puasanya, selama ia sudah berniat puasa sebelum fajar dan tidak melakukan hal yang membatalkan puasa.

Hal ini berdasarkan kitab Mausu'ah Fiqhiyyah XVI/55 dari kitab Mughni, Muhadzzab, bahwa hukumnya diperbolehkan dan puasanya tetap sah meskipun belum mandi junub. Hal ini karena dalam syarat sah puasa tidak ada ketentuan yang mewajibkan seseorang harus suci dari hadas kecil maupun hadas besar.

ΩŠΩŽΨ΅ΩΨ­ΩΩ‘ مِنْ الْجُنُبِ أَدَاُؑ Ψ§Ω„Ψ΅ΩŽΩ‘ΩˆΩ’Ω…Ω Ψ¨ΩΨ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩΨ΅Ω’Ψ¨ΩΨ­ΩŽ Ψ΅ΩŽΨ§Ψ¦ΩΩ…Ω‹Ψ§ Ω‚ΩŽΨ¨Ω’Ω„ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩŽΨΊΩ’ΨͺΩŽΨ³ΩΩ„ فَΨ₯ΩΩ†ΩŽΩ‘ عَائِشَةَ ΩˆΩŽΨ£ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ³ΩŽΩ„ΩŽΩ…ΩŽΨ©ΩŽ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽΨͺَا : Ω†ΩŽΨ΄Ω’Ω‡ΩŽΨ―Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω‰ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩ„ΩŽΩ‘Ω…ΩŽ أِنْ ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ω„ΩΩŠΩΨ΅Ω’Ψ¨ΩΨ­Ω جُنُبًا مِنْ ΨΊΩŽΩŠΩ’Ψ±Ω Ψ§Ψ­Ω’ΨͺΩΩ„Ψ§ΩŽΩ…Ω Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ ΩŠΩŽΨΊΩ’ΨͺΩŽΨ³ΩΩ„ Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ ΩŠΩŽΨ΅ΩΩˆΩ…Ω

Artinya: Berpuasa hukumnya sah bagi orang junub yang memasuki subuh sebelum melakukan mandi besar karena Sayyidah Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu 'anhuma berkata :" Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa (Hadits Riwayat Bukhari 4/153).

Dari hadis tersebut, jelas bahwa mandi junub boleh dilakukan setelah masuk waktu Subuh dan tidak membatalkan puasa. Namun, mandi wajib tetap harus segera dilakukan sebelum melaksanakan salat Subuh, karena suci dari hadas besar adalah syarat sah salat, bukan syarat sah puasa.

Jadi, batas mandi junub ketika puasa bukanlah sebelum Subuh untuk keabsahan puasa, melainkan sebelum habis waktu salat Subuh. Puasa tetap sah meski mandi junub dilakukan setelah fajar, tetapi jangan sampai menunda hingga melewatkan waktu salat.

Tata Cara Mandi Junub

Terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan saat mandi junub agar ibadah menjadi lebih sempurna. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah. Mandi junub tidak hanya sekedar mengguyur seluruh tubuh, tetapi juga dianjurkan mengikuti tata cara tertentu sesuai tuntunan syariat.

Langkahnya dimulai dengan membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali, lalu membersihkan kotoran atau najis yang menempel di tubuh. Setelah itu, berwudhu secara sempurna seperti hendak salat. Kemudian mengguyur kepala tiga kali sambil berniat menghilangkan hadas besar, dilanjutkan dengan menyiram seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu kiri masing-masing tiga kali.

Selain itu, dianjurkan menggosok tubuh agar air merata, menyela-nyela rambut atau jenggot, serta memastikan air mengalir hingga ke lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindari menyentuh kemaluan setelah berwudhu, dan jika tidak sengaja tersentuh, disarankan untuk berwudhu kembali sebelum salat.

Niat Mandi Junub

Berikut niat mandi junub dengan tulisan arab, latin dan artinya yang dikutip laman Kementerian Agama (Kemenag).

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ±ΩŽΩΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω’Ω„Ψ­ΩŽΨ―ΩŽΨ«Ω Ψ§Ω’Ω„Ψ£ΩŽΩƒΩ’Ψ¨ΩŽΨ±Ω Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω’Ω„ΩΨ¬Ω†ΩŽΨ§Ψ¨ΩŽΨ©Ω ΩΩŽΨ±Ω’ΨΆΩ‹Ψ§ لِلهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitul-ghusla lirafil αΈ«adatsil-akbari minal-jinΓ’bati fardlan lillΓ’hi ta'ala.

Artinya:

"Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Nah itulah batas waktu mandi junub ketika puasa lengkap dengan tata cara mandi junub dan niatnya. Semoga bermanfaat ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads