Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan jika Pemerintah Indonesia tak memiliki kerja sama resmi dengan Kamboja terkait pengiriman tenaga kerja. Hal itu menyusul viral video sejumlah pria mengaku terlantar di Kamboja.
"Perlu diketahui bahwa Indonesia tidak memiliki kerja sama dengan Kamboja dalam hal pengiriman tenaga kerja. Hal ini penting agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di sana," ujar Herman Deru.
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel, sebelumnya pemerintah daerah telah memfasilitasi pemulangan 13 warga Sumsel pada 5 Februari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laporan dari Kadisnaker Sumsel bahwa ada 13 sudah dipulangkan 5 Februari lalu. Mereka habis masa kontrak," katanya.
Terkait video yang beredar, pihaknya telah mencoba menghubungi pengunggah video melalui delivery message (DM) dan sambungan telepon. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan respons.
"Jadi, kita akan cari tahu dulu benar atau tidaknya video yang beredar tersebut," katanya.
Herman Deru menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pelacakan untuk memastikan identitas dan lokasi para warga yang tampil dalam video tersebut.
"Kita pastikan dulu kebenarannya. Pihak kepolisian sudah melakukan pelacakan. Kami ingin memastikan apakah benar mereka warga Sumsel dan bagaimana kondisi riilnya, agar langkah yang diambil tepat sasaran," ungkapnya.
Dalam video yang beredar, sejumlah warga menyampaikan permohonan bantuan kepada Gubernur Sumsel dan Wali Kota Palembang, agar difasilitasi pemulangan ke Indonesia.
Dari video yang beredar, menyebutkan mereka berada di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Mereka mengaku menjadi korban penipuan berkedok tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi.
(csb/csb)
