Sebanyak 131 kasus suspek campak ditemukan di wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Dinas Kesehatan Kota Palembang pun memberikan penyebab munculnya penyakit campak, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah antisipasi yang dilakukan untuk mencegah penularan di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan menyebut campak merupakan penyakit menular yang mudah menyebar, terutama pada anak-anak, dan dapat dipicu oleh perubahan kondisi lingkungan serta menurunnya daya tahan tubuh.
Menurut Yudhi, perubahan iklim yang terjadi secara cepat turut memicu munculnya infeksi saluran pernapasan, yang kemudian berkembang menjadi gejala campak. Gejala awal umumnya berupa demam, batuk, pilek, mata merah, dan diikuti munculnya ruam kemerahan pada kulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perubahan cuaca yang ekstrem dapat memicu gangguan saluran pernapasan, sehingga gejala awal campak seperti demam, batuk, pilek, hingga munculnya ruam pada kulit lebih mudah terjadi, terutama pada anak-anak.", Ujar Yudhi saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Yudhi menjelaskan, apabila tidak ditangani dengan cepat, campak berpotensi menimbulkan komplikasi, khususnya pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kota Palembang telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Langkah tersebut meliputi penyelidikan epidemiologi ke lapangan untuk menelusuri potensi penularan, pelaksanaan imunisasi kejar di wilayah sekitar kasus suspek campak, serta promosi kesehatan oleh petugas puskesmas terkait pentingnya imunisasi campak.
"Untuk langkah pencegahan, dilakukan penyelidikan epidemiologi ke lapangan, imunisasi kejar di wilayah sekitar kasus suspek campak, serta promosi kesehatan oleh petugas puskesmas mengenai pentingnya imunisasi campak," jelasnya.
Upaya tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularan sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat. Melalui imunisasi kejar dan edukasi berkelanjutan, diharapkan cakupan imunisasi campak di Palembang dapat terus meningkat.
Yudhi mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan penyakit menular dengan menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
"Kami mengajak masyarakat untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan tanda-tanda campak, serta tidak ragu mengikuti program imunisasi yang telah disediakan," tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































