Peneliti BRIN Jelaskan Penularan Virus Nipah ke Manusia

Nasional

Peneliti BRIN Jelaskan Penularan Virus Nipah ke Manusia

Suci Risanti Rahmadania - detikSumbagsel
Minggu, 01 Feb 2026 13:00 WIB
Peneliti BRIN Jelaskan Penularan Virus Nipah ke Manusia
Ilustrasi Virus Nipah (Foto: Getty Images/iStockphoto/Manjurul)
Palembang -

Virus Nipah yang mewabah di India tengah menjadi perhatian global. Terkait dengan itu, Peneliti Ahli Utama Virologi sekaligus Kepala Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Niluh Putu Indi Dharmayanti menjelaskan cara penularannya ke manusia.

Dilansir detikhealth, Nipah virus termasuk genus Henipavirus dengan reservoir alami berupa kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya genus Pteropus.

Kelelawar ini, sambungnya, dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit, namun berpotensi menularkannya ke hewan lain maupun manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indi mengungkapkan, virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada wabah di Malaysia pada 1998 dan sejak itu menimbulkan kejadian berulang di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Kata Niluh, penularan virus Nipah ke manusia dapat terjadi melalui beberapa jalur, antara lain kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti babi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, serta penularan antarmanusia.

ADVERTISEMENT

Di sejumlah negara, wabah NiV juga dikaitkan dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi urine atau saliva kelelawar.

"Interaksi yang intens antara manusia, hewan, dan lingkungan menjadi kunci munculnya penyakit zoonotik seperti Nipah," ujarnya, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (1/2/2026).

Niluh menjelaskan,virus Nipah (Nipah virus/NiV) merupakan penyakit zoonotik yang perlu dipahami secara tepat berdasarkan kajian ilmiah, mengingat karakteristiknya yang serius dan berpotensi menimbulkan wabah apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Indi mengatakan, virus Nipah perlu diwaspadai lantaran memiliki tingkat kematian yang tinggi dan berpotensi memicu wabah. Meski hingga kini belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa virus ini telah bersirkulasi di alam.

"Nipah virus memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, serta aspek sosial dan ekonomi," jelasnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads