Meski sama-sama menjelajahi alam dengan berjalan kaki, hiking dan trekking memiliki perbedaan yang cukup besar. Hiking umumnya lebih santai dan aman bagi pemula, sedangkan trekking memerlukan banyak pengalaman dan sangat tidak direkomendasikan untuk pemula.
Perbedaan hiking dan trekking terlihat jelas di beberapa poin, seperti durasi perjalanan, jalur, tujuan, perlengkapan dan tingkat kesulitan yang dialami. Agar tidak salah kaprah lagi, berikut detikSumbagsel akan ulas, perbedaan antara hiking dan trekking. Yuk simak!
Apa Itu Trekking?
Trekking merupakan kegiatan yang dilakukan berjalan kaki dengan jalur yang panjang, medan yang bervariasi dan waktu tempuh yang cukup lama, bisa memakan waktu hingga berhari-hari. Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk melihat keindahan alam yang belum disentuh oleh orang-orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trekking tidak direkomendasikan untuk pemula, sebab beberapa jalur harus dibuka sendiri karena biasanya orang-orang memilih daerah terpencil sebagai tujuan utama, akan sangat melelahkan jika anda tidak memiliki pengalaman menjelajah sama sekali sebelumnya.
Apa Yang Dimaksud Hiking?
Hiking adalah kegiatan berjalan kaki menuju perbukitan, gunung atau wisata alam yang sudah memiliki rute perjalanan yang jelas. Biasanya ada pemandu dan beberapa plang-plang sebagai penunjuk jalan.
Hiking lebih cocok untuk anda yang ingin melihat alam dengan cara yang santai dan tidak memakan banyak tenaga. Untuk menikmatinya, kamu bisa melakukannya dalam satu hari perjalanan atau sekalian berkemah setibanya di tempat tujuan.
Apa Perbedaan Hiking dan Trekking
Dilansir Melalui Komite olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia Provinsi Sumsel, ada beberapa perbedaan antara Trekking dan Hiking, berikut penjelasannya:
1. Durasi
Hiking biasanya hanya memakan waktu selama 2 hingga 8 jam perjalanan saja, sedangkan trekking biasanya bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu hingga sampai berbulan-bulan.
2. Persiapan
Persiapan Hiking dan trekking biasanya hampir sama, perbedaannya jika hiking lebih sederhana dan kapasitas benda yang dibawa lebih sedikit. Sebaliknya, trekking persiapannya lebih banyak dan berskala besar, seperti pasokan makanan dan minum yang harus disesuaikan dengan jarak dan waktu tempuh perjalanan.
3. Jalur
Jalur Hiking biasanya berada di tengah hutan, gunung atau lingkungan alam yang sudah jelas. Sedangkan Trekking biasanya lebih ekstrim dan belum banyak plang-plang penunjuk jalan, jadi anda harus mencari jalur sendiri untuk melanjutkan perjalanan.
4. Tujuan
Tujuan hiking biasanya untuk berekreasi dan menghabiskan akhir pekan dengan produktif. Sebaliknya jika trekking tujuan utamanya adalah untuk berpetualang, jadi diperlukan latihan fisik yang lebih intens dibandingkan hiking.
Persiapan Untuk Hiking dan Trekking
Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memulai berwisata ke alam, berikut penjelasannya:
1. Persiapkan Diri dan Mental
Persiapkan diri dan mental sebelum melakukan wisata alam, agar tidak mudah percaya dengan mitos dan legenda yang ada. Anggap saja hal-hal tersebut sebagai pengingat bahwa kita jangan sampai merusak dan mengganggu apa yang ada di alam.
2. Riset Jalur dan Cuaca
Sebelum mendaki, usahakan untuk melakukan riset terlebih dahulu terkait cuaca dan juga jalur yang akan dilalui saat hiking. Apabila tidak menyanggupi jangan dipaksakan, pilihlah jalur yang sesuai dengan kapasitas anda.
Untuk cuaca, jika hanya hujan ringan, silakan untuk pergi mendaki dengan catatan harus membawa peralatan yang memadai. Namun, jika cuaca menunjukkan resiko ekstrem, tinjau kembali jadwal untuk hiking dan ganti jika cuaca sudah kembali normal. Untuk mengetahui informasi ini, anda bisa mengaksesnya melalui laman resmi milik BMKG.
3. Latihan fisik
Sebelum melakukan wisata alam, persiapkan fisik yang kuat. Dengan cara melakukan olahraga sederhana seperti lari pagi serta menjaga kesehatan, seperti membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan baik, makan-makanan yang sehat dan tidur yang cukup.
4. Cek Kesehatan
Sebelum berwisata ke alam, cek terlebih dahulu kesehatan anda, jangan memaksakan diri. Perbaiki dulu kesehatan anda hingga layak untuk melakukan aktivitas ini, hal ini dilakukan agar terhindar dari bahaya dan hal-hal yang tidak diinginkan seperti Hipotermia.
Peralatan Yang Wajib Dibawa Saat Trekking dan Hiking
Selain kesiapan fisik, mental, dan pemahaman rute, pemilihan perlengkapan yang tepat adalah kunci keselamatan selama berwisata alam. Berikut adalah daftar peralatan yang wajib Anda siapkan:
1. Tas Ransel
Pilihlah tas sesuai durasi perjalanan. Gunakan tas carrier berkapasitas besar jika ingin berkemah agar dapat memuat tenda dan logistik. Pastikan tas memiliki bantalan bahu yang empuk demi kenyamanan. Untuk pendakian satu hari, cukup gunakan daypack atau hydropack yang lebih ringkas.
2. Kotak P3K dan Emergency Blanket
Kesehatan dan keselamatan adalah prioritas utama. Siapkan obat-obatan standar P3K dalam wadah kedap air. Tambahkan emergency blanket atau selimut darurat untuk mengantisipasi kondisi ekstrem yang tidak terduga.
3. Sepatu Gunung
Hindari menggunakan sepatu kets biasa. Gunakan sepatu khusus mendaki yang memiliki grip kuat untuk meminimalisir resiko terpeleset saat melewati jalur yang licin, terjal, atau menurun.
4. Tenda dan Matras
Jika berencana menginap, bawalah tenda dengan kapasitas yang sesuai dengan jumlah personil. Jangan lupa sertakan matras sebagai alas tidur agar tubuh tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang dingin dan lembab.
5. Jaket Outdoor
Cuaca di area ketinggian sangat sulit ditebak. Sangat disarankan membawa jaket yang memiliki fitur waterproof dan windproof dengan bahan yang cukup tebal untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.
6. Kantong Tidur
Gunakan sleeping bag berkualitas untuk memastikan istirahat Anda optimal. Tidur yang berkualitas sangat penting guna memulihkan energi untuk melanjutkan perjalanan di hari berikutnya.
7. Peralatan Memasak
Gunakan perangkat masak khusus pendakian dan kompor portable yang desainnya ringkas. Alat-alat ini dirancang khusus agar mudah disusun dan tidak memakan banyak ruang di dalam tas.
8. Logistik dan Manajemen Sampah
Bawalah bahan makanan dan air minum secukupnya sesuai durasi pendakian agar beban tas tetap efisien. Hal yang paling penting: siapkan kantong plastik khusus untuk membawa turun kembali semua sampah Anda guna menjaga kelestarian alam.
9. Pakaian Ganti dan Pelindung Diri
Siapkan baju bersih untuk berganti pakaian, serta jangan lewatkan kaos kaki cadangan dan sarung tangan. Perlengkapan ini sangat krusial untuk menghangatkan tubuh saat suhu udara mulai menurun drastis.
10. Jas Hujan
Meskipun prakiraan cuaca terlihat cerah, jas hujan adalah benda wajib. Menyiapkannya sejak awal akan menghindarkan Anda dari kepanikan sekaligus risiko hipotermia saat hujan turun tiba-tiba di tengah jalur.
Manfaat Hiking dan Trekking
Mengutip melalui Laman Kementerian Kesehatan RI, jalan kaki memiliki banyak manfaat dan keutamaan seperti mendukung kesehatan, meningkatkan suasana hati, menyehatkan jantung serta dapat mempercepat proses metabolisme dan membantu mengurangi kalori dalam tubuh.
Selain itu, ada manfaat lain dari aktivitas ini, di antaranya:
1. Mengontrol gula darah
2. mengurangi tekanan darah
3. Memperbaiki kualitas tidur
4. Mengembalikan kualitas otak
5. Media Healing
6. Membantu proses diet
7. Menyehatkan tulang dan sendi
8. mengurangi stres dan cemas
Demikianlah, itu saja informasi yang bisa detikSumbagsel rangkum terkait perbedaan trekking dan hiking, sebelum memilih antara keduanya, sesuaikan terlebih dahulu dengan kapasitas mu ya!
Artikel ini ditulis oleh Rhessya Putri Wulandari Tri Maris mahasiswa magang Prima PTKI kementerian Agama
Simak Video "Video Gunung di Jawa Barat yang Ramah Pemula: Gunung Batu-Malabar"
[Gambas:Video 20detik]
(dai/dai)











































