Nisfu Syaban 2026: Jadwal, Keutamaan, Doa hingga Amalan

Bagus Rahmat Nugroho - detikSumbagsel
Rabu, 28 Jan 2026 22:00 WIB
Ilustrasi malam Nisfu Syaban (Foto: Pinnacleanimates/Freepik)
Palembang -

Umat Islam akan kembali memperingati Nisfu Syaban pada 2026. Sejumlah lembaga, seperti Kementerian Agama (Kemenag), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU), telah menetapkan bahwa Nisfu Syaban tahun ini jatuh pada awal Februari.

Nisfu Syaban dikenal sebagai momen untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Karena itu, penting bagi umat Islam agar tidak ketinggalan salah satu momen yang sering ditunggu-tunggu di bulan ini.

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi seputar jadwal, keutamaan, doa hingga amalan Nisfu Syaban. Yuk, simak!

Jadwal Malam Nisfu Syaban 2026

1. Versi Kemenag

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, Nisfu Syaban yang diperingati setiap tanggal 15 Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.

2. Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah, melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KGHT), juga menetapkan 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026, artinya Nisfu Syaban juga bertepatan pada tanggal 3 Februari 2026.

3. Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Selaras dengan Kemenag dan Muhammadiyah, Lembaga Falakiyah PBNU juga menetapkan 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan begitu, Nisfu Syaban yang diperingati pada 15 Syaban, juga jatuh pada 3 Februari 2026.

Dengan demikian, Kemenag, Muhammadiyah, dan NU memiliki kesamaan dalam penetapan jadwal Nisfu Syaban 2026. Sehingga malam Nisfu Syaban mulai berlangsung sejak waktu maghrib pada Senin, 2 Februari 2026, karena pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam.

Keutamaan Nisfu Syaban

Terdapat sejumlah perbedaan pendapat di antara para ulama terkait keutamaan Nisfu Syaban. Meski demikian, ada satu hadits berderajat hasan yang menjelaskan mengenai keutamaan Nisfu Syaban, sebagaimana disebutkan dalam buku berjudul Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan oleh Abu Maryam Kautsar Amru:

عن أبي موسى الأشعري عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " إن الله ليطلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن " . رواه ابن ماجه

Artinya: "Dari Abu Musa Al-Asy'ari, dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda, 'Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan'." (HR Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Meski begitu, dalam hadits tersebut tidak dijelaskan adanya amalan khusus terkait Nisfu Syaban. Hadits tersebut hanya menggambarkan kehendak Allah SWT yang akan mengampuni hamba-Nya kecuali orang-orang musyrik dan orang yang sedang bermusuhan.

Doa Nisfu Syaban

Dilansir dalam kitab Maslakul Akhyar karya Syekh Sayyid Utsman bin Yahya, yang dikutip dari laman resmi MUI, berikut bacaan doa Nisfu Syaban:

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُومِيْنَ أَوْ مُقَتَرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَّاوَتِيْ وَحِرْمَانِي وَافْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفِّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifin. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fii ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fii ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fii kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallahu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihi wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatat ku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, serta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."



Simak Video "Video: 3 Penusuk Sopir Truk di SPBU Palembang Ditangkap, 1 Orang Masih DPO"


(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork