Doa Malam Nisfu Syaban versi Pendek-Panjang: Arab, Latin, dan Arti

Doa Malam Nisfu Syaban versi Pendek-Panjang: Arab, Latin, dan Arti

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Senin, 02 Feb 2026 15:40 WIB
Doa Nisfu Syaban
Ilustrasi doa malam Nisfu Syaban. (Foto: Tim detikHikmah)
Palembang -

Nisfu Syaban 1447 H akan jatuh pada malam ini, 2 Februari 2026. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak melakukan amalan kebaikan, salah satunya doa malam Nisfu Syaban.

Dikutip buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan karya Abu Maryam Kautsar Amru, dalam hadis Abu Musa Al-Asyari dari Rasululllah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan bermusuhan." (HR. Ibnu Majah yang dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengacu pada laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), ada dua doa yang bisa dilafalkan umat Islam di Indonesia. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT di malam Nisfu Syaban.

Doa Malam Nisfu Syaban Pendek

Pada malam Nisfu Syaban, dianjurkan untuk memperbanyak doa yang panjang maupun pendek. Doa bisa juga dilafalkan dalam bahasa Indonesia. Adapun bacaan doa pendek malam Nisfu Syaban sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

Arab Latin: "Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika."

Artinya: "Ya Allah, wahai Dzat yang memiliki anugerah dan tidak ada yang bisa memberi anugerah kepada-Mu."

Barangsiapa yang membaca doa tersebut niscaya senantiasa akan Allah SWT luaskan rezekinya dan penuhi segala kebutuhannya. Doa ini mengacu pada keterangan As-Suyuthi yang termaktub dalam Mushannaf Abi Syaibah dan kitab ad-Dua karangan ibnu Abi Ad-Dunya dari sahabat Ibnu Mas'ud.

Doa Malam Nisfu Syaban Panjang

Terdapat bacaan doa malam Nisfu Syaban yang panjang dengan redaksi sedikit berbeda dari yang di atas. Walaupun begitu, tidak jadi masalah karena sejatinya doa dalam Islam tidak terbatas.

Bacaan doa yang panjang ini bersumber pada kitab Maslakul Akhyar karya Mufti Betawi, Syekh Sayyid Utsman bin Yahya. Berikut ini redaksi doanya:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab Latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut."

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, hal. 77-80)

Niat dan Waktu Membaca Doa

Doa tersebut menjadi selingan membaca surat Yasin. Sebagaimana diketahui, pada malam Nisfu Syaban dianjurkan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang berbeda.

  • Niat pertama: Minta dipanjangkan umur dalam taat
  • Niat kedua: Minta dikaruniai rezeki hahal dan berkah
  • Niat ketiga: Minta dianugerahi kematian husnul khatimah dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Untuk waktu doa bisa dilakukan setelah salat Maghrib hingga masuknya Isya. Berdoa dapat dikerjakan secara sendiri atau jamaah bersama orang lain.

Demikian bacaan doa malam Nisfu Syaban lengkap teks Arab, Latin, dan artinya. Jangan lupa diamalkan malam ini, ya.




(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads