Umat Islam kerap merayakan Isra Mikraj, karena keajaiban yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu saat beliau melakukan perjalanan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
Isra Mikraj merupakan rangkaian peristiwa agung yang dialami Rasulullah SAW dalam satu malam, serta menjadi awal mula perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu.
Berikut ini detikSumbagsel jabarkan penjelasan lengkap tentang bolehkah merayakan Isra Mikraj. Mari disimak yuk!
Pendapat Ulama dan Cendikiawan tentang Isra Mikraj
Dilansir dari Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin Vol. 9 No 3 Tahun 2025, diketahui bahwa secara teologis, Isra Mikraj merupakan pengakuan Ilahi atas kenabian Muhammad SAW dan menegaskan bahwa wahyu adalah dasar ajaran Islam.
Sehingga dalam jurnal tersebut ditemui, tentang berbagai pendapat ulama dan cendikiawan, yang menerangkan tentang peristiwa Isra Mikraj, di antaranya sebagai berikut:
1. Wahbah az-Zuhaili
Ia menjelaskan tentang Isra Mikraj dalam Tafsir al-Munir mengatakan bahwa Isra Miraj menunjukkan kekuasaan Allah yang melampaui batas akal manusia.
2. Al-Qaradawi
Beliau berpendapat bahwa, Isra Mikraj berkontribusi dalam perkembangan Islam, terutama dengan ditetapkannya kewajiban shalat lima waktu, dan memperkokoh kesinambungan ajaran tauhid dalam Islam.
3. Karen Armstrong
Salah seorang peneliti tentang dunia Islam juga turut memberikan pendapatnya bahwa peristiwa tersebut menunjukkan keseimbangan antara duniawi dan ukhrawi.
Makna dan Pandangan Isra Mikraj oleh Organisasi Masyarakat Islam di Indonesia
1. Pandangan Muhammadiyah
Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, secara terang Muhammadiyah menjelaskan bahwa merayakan Isra Mikraj merupakan salah satu dari bagian ibadah muamalah yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Meski demikian, Muhammadiyah memberikan pandangan dalam merayakannya dapat melalui diskusi, bedah buku, dan tabligh akbar yang mengungkap makna dari setiap peristiwa Isra Mikraj, dan tidak melakukan serimonial tertentu saat merayakan Isra Mikraj.
2. Pandangan NU
Nahdlatul Ulama (NU), dilansir dari NU Online, memandang merayakan Isra Mikraj dianjurkan sebagai aktivitas yang mendatangkan pahala, asalkan tujuannya baik, seperti untuk berzikir, meneladani akhlak Nabi, atau meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT. erta mengambil pelajaran moral dan spiritual dari peristiwa tersebut.
Simak Video "Video: One Way Arah Puncak Selesai, Lalin Normal Dua Arah"
(dai/dai)