Kumpulan Contoh Pidato Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

Kumpulan Contoh Pidato Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

Fadya Majida Az-Zahra - detikJatim
Minggu, 11 Jan 2026 23:30 WIB
Kumpulan Contoh Pidato Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi perayaan Isra Mikraj. Foto: Freepik
Surabaya -

Dalam berbagai kegiatan keagamaan, pidato Isra Mikraj kerap disampaikan sebagai sarana menyampaikan moral dan spiritual aga mudah dipahami. Pidato menjadi salah satu langkah efektif untuk mengajak umat meningkatkan keimanan, memperbaiki kualitas ibadah terutama salat serta menanamkan akhlak mulia melalui bahasa yang komunikatif dan menyentuh.

Pada peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW merupakan momen penting bagi umat Islam untuk merefleksikan keimanan memperkuat komitmen dalam menjalankan ibadah, khususnya salat lima waktu.

Contoh Pidato untuk Perayaan Isra Mikraj

Berikut beberapa contoh kalimat pidato Isra Mikraj. Nah, bagi detikers yang tengah mencari contoh pidato Isra Mikraj untuk referensi, simak penjelasan lengkap di bawah ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Contoh Pidato Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW #1

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

ADVERTISEMENT

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Isra Mikraj merupakan salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, sedangkan Mikraj adalah perjalanan beliau dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha. Perjalanan luar biasa ini terjadi dalam satu malam atas kehendak Allah SWT.

Peristiwa Isra Mikraj memiliki makna yang sangat penting bagi umat Islam, karena pada saat itulah Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk menunaikan salat lima waktu. Salat bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT.

Oleh karena itu, melalui peringatan Isra Mikraj ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas salat kita, baik dari segi ketepatan waktu, kekhusyukan, maupun pemahaman akan maknanya. Salat yang baik akan membentuk pribadi yang disiplin, jujur, dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Hadirin sekalian,

Semoga dengan memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, iman dan ketakwaan kita semakin bertambah, serta kita mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Apabila terdapat kekurangan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Pidato Isra Mikraj 1447 #2

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah membawa kita pada momentum mulia Isra Mikraj 1447 Hijriah.

Yang terhormat para hadirin sekalian,

Hari ini kita memperingati peristiwa agung Isra Mikraj perjalanan malam Nabi Muhammad SAW yang luar biasa, dari Masjidil Haram Mekah ke Masjidil Aqsa Yerusalem, lalu naik ke Sidratul Muntaha melampaui 7 lapis langit. Peristiwa yang hanya diberikan kepada Nabi terakhir umat manusia ini memiliki hikmah luar biasa yang perlu kita renungkan.

Para hadirin yang berbahagia,

Isra mengajarkan kita perjalanan horizontal yakni menyatukan umat dari berbagai penjuru bumi di Masjidil Aqsa. Mi'raj adalah perjalan vertikal tentang kenaikan spiritual menuju kehadiran Allah SWT. Menuju puncaknya yakni perintah sholat 5 waktu yang ditawar Nabi dari 50 menjadi 5 rakaat.

Bayangkan, para hadirin. Nabi SAW bernegosiasi dengan Allah untuk meringankan beban umat. Sholat adalah hadiah istimewa yang menghubungkan hamba langsung dengan Robb-nya tanpa perantara. 5 kali sehari, 17 rakaat, Allah undang kita ke Sidratul Muntaha pribadi melalui mi'raj sholat.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Saat kita rayakan Isra Mikraj, mari hayati 3 pesan penting:

Pertama, Sholat tepat waktu. Isra Mikraj bukan hanya sejarah, tapi perintah aktual yang wajib kita laksanakan. Jangan sampai sholat kita jadi "sisa waktu", padahal Nabi tawarkan nyawanya demi kewajiban ini.

Kedua, Muhasabah diri. Seperti Nabi naik langit evaluasi amal, kita renungkan: Berapa rakaat sholat kita yang khusyuk tahun ini? Isra Mikraj ajak kita reset spiritual menuju kesucian batin.

Ketiga, Perbanyak shalawat. Nabi dapat mukjizat Mi'raj karena kedekatan dengan Allah. Shalawat adalah jembatan kita menuju kemuliaan serupa.

Hadirin yang beriman,

Hari ini 27 Rajab 1447 H jatuh hari Jumat. Mari sambut dengan puasa sunnah Senin-bukan karena Isra Mikraj khusus, tapi ikut sunnah Rasulullah SAW. Perbanyak istighfar 100x, dzikir tasbih tahmid 33x, shalawat Nabi, dan tentunya sholat Rawatib 12 rakaat.

Kesimpulannya, para saudara,

Isra Mikraj bukan hanya cerita masa lalu, tapi peta jalan spiritual menuju Allah. Sholat adalah mi'raj kita, shalawat adalah bensinnya, istighfar adalah pembersihnya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh Pidato Isra Mikraj #3

Assalamualaikum wr.wb

Hadirin yang saya hormati,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur pada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk berada di tempat ini dalam rangka memperingati Isra Mikraj. Tak lupa pula shalawat senantiasa tercurah kepada baginda Muhammad SAW.

Jika menilik kembali peristiwa Isra Mikraj, kejadian di luar nalar manusia tersebut bukan tanpa alasan dan tetap wajib kita imani.

Isra Mikraj bukan tidak hanya mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, dan dari Masjidil Aqsha ke sidratul muntaha saja. Lebih dari itu, Allah SWT menunjukkan kekuasaan dan kebesaranNya pada kita semua.

Kecepatan perjalanan yang ditempuh Nabi Muhammad SAW. bisa dijelaskan dengan hukum fisika. Sebagai umat muslim yang taat, kita wajib mengimani perjalanan tersebut. Ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari Isra Mikraj.

Pertama, keajaiban dari Allah SWT benar adanya. Jika dibayangkan, mana mungkin jarak tempuh Mekah ke Yerusalem yang jika ditempuh dengan pesawat memerlukan waktu dua jam, serta perjalanan ke luar angkasa tidak mungkin hanya dalam semalam.

Namun, Allah SWT dengan kuasa-Nya mampu melakukan itu.

Seperti yang tercantum dalam surat Al Isra ayat 1

Ψ§ΩΩ„ΩŽΩ‰ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨ³Ω’Ψ¬ΩΨ―Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ§ΩŽΩ‚Ω’Ψ΅ΩŽΨ§ Ψ§Ω„Ω‘ΩŽΨ°ΩΩŠΩ’ Ψ¨Ω°Ψ±ΩŽΩƒΩ’Ω†ΩŽΨ§ Ψ­ΩŽΩˆΩ’Ω„ΩŽΩ‡Ω— Ω„ΩΩ†ΩΨ±ΩΩŠΩŽΩ‡Ω— مِنْ اٰيٰΨͺΩΩ†ΩŽΨ§Ϋ— Ψ§ΩΩ†Ω‘ΩŽΩ‡Ω— Ω‡ΩΩˆΩŽ Ψ§Ω„Ψ³Ω‘ΩŽΩ…ΩΩŠΩ’ΨΉΩ Ψ§Ω„Ω’Ψ¨ΩŽΨ΅ΩΩŠΩ’Ψ±Ω

Perjalanan spiritualitas di zaman Rasul tersebut menjadi pelajaran bagi umat muslim di masa kini. Apa yang sudah Allah SWT janjikan adalah benar. Dan kita wajib mengimani itu semua.

Demikian pidato Isra Mikraj yang bisa saya sampaikan. Akhir kata, saya memohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian pidato ini.

Contoh Pidato Isra Mikraj Penuh Makna #4

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, assalatu wassalamu ala asyrofil anbiya iwal mursalin, wa ala alihi wasohbihi ajma'in.

Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu. Allahumma sholli wa sallim wa barik ala muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad.

Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala Sekolah

Yang kami hormati, Bapak/Ibu guru dan segenap karyawan

Serta yang saya banggakan teman-teman sekalian

Marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Agung, Maha Kasih lagi Maha Sayang atas segala nikmat sehingga kita semua bisa berkumpul di ruangan ini dalam rangka memperingati Isra' Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Tak lupa pula, shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Kiamat nanti.

Hadirin yang berbahagia,

Alhamdulillah, pada hari yang sejuk ini kita semua bisa berkumpul untuk memetik momentum dan mendalami kembali peristiwa luar biasa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Peristiwa Isra' dan Mikraj yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tersebut sungguh penuh dengan hikmah, dan hikmahnya masih sesuai dengan apa yang kita jalani hari ini.

Salah satu hikmah utama yang bisa kita petik ialah tentang pentingnya shalat. Allah meminta Rasul naik ke Sidratul Muntaha demi menjemput perintah shalat.

Di situlah terjadi negosiasi antara Rasulullah SAW dan Allah SWT. Mulanya Allah SWT memerintahkan umat Rasulullah untuk shalat 50 kali dalam sehari semalam, yang pada akhirnya dibijaksanai menjadi 5 waktu dalam sehari semalam.

Dari sana kita secara tidak langsung bisa memahami bahwa ternyata ibadah shalat itu sangat penting dan boleh dikatakan sebagai ibadah yang spesial. Menimbang hal yang spesial tersebut, apakah teman-teman yang berada di ruangan ini sudah sempurna melaksanakan shalat? Sudah khusyuk dalam shalat? Atau malah belum?

Pepatah mengatakan, belajar di masa kecil itu laksana mengukir di atas batu. Sedangkan belajar di masa tua itu ibarat mengukir di atas air. Sebagai seorang pelajar sekaligus generasi muda Islam, sudah semestinya kita bersemangat untuk menyempurnakan shalat.

Mulai dari bagaimana cara wudhu yang benar, niat yang ikhlas, tata cara, gerakan, hingga bacaan shalat perlu kita kerjakan dengan baik dan dengan hati yang rela.

Harian yang berbahagia,

Jika suatu hari nanti beberapa di antara kita merasa kesusahan, maka jangan sungkan untuk bertanya kepada teman yang lebih paham, bertanya kepada guru, serta bertanya kepada orang tua.

Sebagaimana kalam Allah yang tertuang dalam Al-Quran Surah Al-Insyirah ayat 5-6 yang artinya; Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Dua kali Allah menyebutkan kemudahan, yang berarti menjadi penegas bahwa pertolongan Allah itu pasti adanya, dan pasti akan datang.

Hadirin yang berbahagia,

Oleh karena itu, marilah kita jadikan peringatan Isra' wal Mikraj 1445 Hijriah tahun 2024 ini sebagai momentum untuk memperbaiki ibadah dan juga akhlak.

Mudah-mudahan dengan semakin bertambah hari, kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat menuju taqwa.

Demikianlah pidato singkat yang bisa saya sampaikan. Semoga ada benih-benih kebaikan yang bisa dipetik. Saya akhiri, banyak maaf.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Artikel ini ditulis Fadya Majida Az-Zahra, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.




(auh/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads